Tangisan Yang Mengantar Kita Ke Syurga

Tangisan Yang Mengantar Kita Ke Syurga
Sumber :
  • Yuni Retnowati

Bogor, VIVA Bogor – Pernahkah kita menangis karena Allah? Pernahkah kita menangis karena takut akan siksaNya, sebab begitu banyak dosa yang kita perbuat? Jika belum, menangislah.

img_title Kebakaran Hebat Melanda TPAS Galuga, Petugas Kesulitan Jinakkan Api

Menangislah karena takut pada-Nya

Menangislah dengan ikhlas

img_title PSI Bogor Bagikan Masker Gratis, Warga Diingatkan Waspada Abu Vulkanik

Menangislah karena ingin adanya perubahan

Allah Ta’ala berfirman,

img_title Air Mati Berhari-hari, Warga Leuwiliang Kritik PDAM Tirta Kahuripan: Bayar Telat Didenda, Pelayanan Tak Maksimal

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS. Al Anfal [8] : 2)

Ibnu Katsir mengatakan mengenai ayat ini, “Ini adalah sifat orang beriman yang sebenarnya. Yaitu ketika mengingat Allah, hatinya menjadi takut (gemetar). Sehingga dia mengerjakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.”

Sufyan Ats Tsauriy mengatakan bahwa dia mendengar As Sudiy berkata tentang ayat ini, bahwa orang yang disebutkan dalam ayat ini adalah orang yang berbuat zholim atau ingin bermaksiat. Lalu ada yang mengatakan padanya, “Bertaqwalah pada Allah.” Maka hatinya takut (gemetar)

Dalam ayat lain, Allah Ta’ala juga berfirman,

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk takut hati mereka ketika mengingat Allah.” (QS. Al Hadid [57] : 16), yaitu menjadi lembut (tenang) hati orang beriman ketika berdzikir, mendengar nasehat, mendengar Al Qur’an. Akhirnya hati tersebut menjadi memahami, mematuhi, mendengar dan taat ketika mengingat-Nya

Ada begitu banyak alasan yang mendasari tangisan seseorang. Tangisan itu bermacam-macam. Ibnul Qayyim sendiri membagi tangisan menjadi 10 macam dalam Za’adul Ma’ad. Tangisan seseorang menyimpan berjuta makna, dan diantara tangisan itu ada tangisan yang mengantarkan seseorang menuju surga.

  

لاَيَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ حَتَّى يَعُودَ اللَّبَنُ فِى الضَّرْعِ وَلاَيَجْتَمِعُ غُبَارٌ فِى سَبِيل ِاللَّهِ وَدُخَانُ جَهَنَّمَ

  

“Tidak akan masuk Neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah, hingga air susu dapat kembali kepada kambingnya (kantong kelenjar susu binatang ternak), dan tidak akan berkumpul antara debu medan jihad fii sabiilillaah dengan asap Neraka Jahannam.” (HR Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani)

Manusia sangat ketakutan akan nasibnya ketika perkara hisab (perhitungan). Namun ada tujuh golongan yang dinaungi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala saat di akhirat nanti. Salah satunya adalah golongan orang-orang yang mengingat Allah disaat sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis).

Halaman Selanjutnya
img_title