Teruslah berdoa, Tak Ada Permohonanmu Yang Tak Sampai

Teruslah berdoa, Tak Ada Permohonanmu Yang Tak Sampai
Sumber :
  • Yuni Retnowati

Bogor, VIVA Bogor – Bicara tentang do’a, mungkin kita tak pernah tau kapan do’a itu dikabulkan. Namun yang pasti, tak ada doa yang tak sampai, tak ada doa yang sia-sia… “Sesungguhnya Rabbku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.” (QS. Ibrahim: 39).

img_title Perkuat Bantuan Hukum, Pemkot Bogor Kukuhkan 57 Paralegal Posbakum

Allah tak menyegerakan sesuatu, kecuali itu yang terbaik. Tidak melambat-lambatkan sesuatu kecuali itu yg terbaik. Allah yang menciptakanmu, Allah yang paling tahu apa yang engkau butuhkan. 

Sering kali kita merasa Allah mempersulit urusan kita, tak mengabulkan doa kita, menutup jalan yg akan kita lewati, menggagalkan rencana yg kita susun; di balik itu semua, terselip doa-doa dan harapan yg sudah lama kita panjatkan..kemudian kita melihat kenyataan jauh dari harapan, lantas kita mengucapkan: bagaimana bisa ini terjadi? Bukankah kemarin aku sudah berdoa?

img_title Perluas Zona Merah, Pemkot Bogor Lakukan Penertiban Reklame Secara Bertahap

Jangan kamu nilal Allah dengan akalmu yang sempit dan terbatas, mungkin itu cara Allah dalam mengijabah doamu, dengan ‘menyelamatkan’mu dari sesuatu yang tidak engkau harapkan, dengan mengganti doa tersebut pada sesuatu yang lebih baik dari pada yang engkau pinta. 

Allah ﷻ  berfirman:

img_title Tumpukan Diduga Limbah di Pinggir Jalan Parung-Gunungsindur, Bau Menyengat hingga Bikin Mata Perih

‎وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ

“Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu.” (QS.Al-Baqarah:216)

Nabi Zakaria, ia tak putus meminta keturunan anak yang sholeh padahal ia tau rambutnya telah putih dan istrinya mandul. 

Ibnu Uyainah memberi komentar atas ucapan Zakariya dalam ayat: “dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku” 

•yakni: aku tetap bahagia meskipun Engkau belum mengabulkan permintaanku.

Hingga akhirnya Allah memberinya seorang anak yang juga menjadi Nabi, yaitu Nabi Yahya.

“Engkau tidak dikatakan beriman kepada Allah hingga engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk dan engkau harus mengetahui bahwa apa saja yang akan menimpamu tidak akan luput darimu dan apa saja yang luput darimu tidak akan menimpamu.”

Demi Allah, rencana kita tak seindah apa yang tertulis di sisi Allah.