Bakar Sampah Berujung Petaka, Puluhan Pohon Bambu di Cisarua Terbakar
- Dok: Rizal Satriani
Kabupaen Bogor, VIVA Bogor – Kebiasaan membakar sampah kembali memicu kebakaran di Kabupaten Bogor. Puluhan pohon bambu di Kampung Sampah, RT 03/RW 03, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, terbakar pada Senin, 7 September 2026 sore.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.35 WIB. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan warga. Kobaran kemudian membesar setelah tertiup angin kencang hingga merambat ke area yang dipenuhi pohon bambu.
Pembinaan Wilayah (Binwil) Desa Tugu pada Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Cisarua, Abuy, mengatakan kondisi angin membuat api cepat menyebar.
“Diduga api berasal dari pembakaran sampah warga yang ditinggalkan. Karena terbawa angin, api akhirnya menyebar hingga puluhan pohon bambu terbakar,” ujar Abuy, Selasa, 8 September 2026.
Beruntung, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Api juga tidak sampai merembet ke kawasan permukiman warga.
Pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat bersama aparat desa dan Kecamatan Cisarua. Upaya tersebut berhasil mengendalikan kobaran api sebelum meluas ke area lainnya.
Camat Cisarua Heri Risnandar membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah, terlebih kondisi musim kemarau membuat lingkungan lebih mudah terbakar.
Menurut Heri, pengelolaan sampah sebaiknya dilakukan dengan cara yang lebih aman. Warga dapat menyerahkan sampah untuk diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup atau menggunakan metode pengelolaan lain yang tidak menimbulkan risiko kebakaran maupun pencemaran udara.
“Sampah sebaiknya dikelola warga dan diangkut Dinas Lingkungan Hidup. Kalau memiliki metode lain selain dibakar, silakan dilakukan, asalkan tidak memengaruhi kualitas udara dan tidak menimbulkan risiko kebakaran,” tandasnya.
Kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya saat kondisi lahan dan vegetasi cenderung kering.
Pemerintah Kecamatan Cisarua juga mengimbau warga untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api. Respons cepat dari masyarakat dan aparat dinilai penting untuk mencegah api meluas, terutama di kawasan yang berdekatan dengan lahan terbuka maupun permukiman.