IPSI Kabupaten Bogor Siapkan Pesilat Menuju Pentas Internasional

IPSI Kabupaten Bogor mendorong pembinaan pesilat secara berjenjang dari usia dan level kompetisi hingga nasional.
Sumber :
  • Dok: Sheila N.

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Kejuaraan Pencak Silat Nasional Satria Warrior bukan sekadar arena perebutan medali bagi para atlet. Bagi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bogor, ajang yang berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 di Laga Tangkas Pakansari ini menjadi bagian dari proses panjang pembinaan pesilat menuju kompetisi yang lebih tinggi.

img_title 25 Jam Pencarian, Jasad Muhayar Ditemukan di Kolam Bekas Galian Pasir Rumpin

Ketua IPSI Kabupaten Bogor, Hairul, mengatakan pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang. Proses tersebut perlu disesuaikan dengan kelompok usia maupun tingkat kompetisi yang diikuti para pesilat.

“Ya, kita berharap program pembinaan ini dapat berlanjut sesuai jenjang dan tingkatan, baik dari sisi usia maupun level kejuaraannya,” kata Hairul.

img_title Kapolsek Cisarua Ingatkan Pelajar Puncak Tak Terprovokasi Ajakan Demo di Media Sosial

Menurut Hairul, membentuk atlet berprestasi tidak bisa dilakukan secara instan. Setiap pesilat membutuhkan proses latihan yang konsisten, pengalaman bertanding, serta evaluasi untuk mengetahui perkembangan dan kekurangan yang masih harus diperbaiki.

Dalam proses tersebut, pelatih memiliki peran penting. Mereka dituntut mampu membaca perkembangan setiap atlet dan menentukan tahapan yang sesuai agar kemampuan pesilat dapat terus berkembang tanpa kehilangan arah.

img_title Pemdes Sukawangi Gelontorkan Rp300 Juta untuk Program Dayeuh Padjajaran 2026

Kejuaraan Satria Warrior menjadi salah satu ruang bagi para atlet untuk menguji kemampuan mereka. Ajang tersebut mempertemukan pesilat dari berbagai daerah sehingga memberikan pengalaman bertanding yang berbeda bagi para peserta.

Sebanyak 18 provinsi ambil bagian dalam kejuaraan nasional tersebut. Jumlah itu mengalami perubahan dari daftar awal yang mencatat sekitar 22 provinsi sebagai calon peserta.

Selain melibatkan peserta dari berbagai provinsi, Satria Warrior juga diikuti sekitar 61 kontingen kabupaten/kota dari 29 kabupaten/kota, berdasarkan keterangan IPSI Kabupaten Bogor.

Bagi Kabupaten Bogor, kondisi tersebut menjadi peluang untuk memperluas pengalaman para atlet lokal. Mereka dapat bertemu dengan pesilat dari berbagai daerah sekaligus membangun relasi yang mendukung perkembangan pencak silat.

Hairul menyebut perkembangan pencak silat di Kabupaten Bogor juga cukup positif. Saat ini, terdapat sekitar 137 perguruan pencak silat yang telah terdata di wilayah tersebut.

Jumlah itu menunjukkan bahwa pencak silat memiliki basis pembinaan yang cukup luas di Kabupaten Bogor. Lebih dari sekadar olahraga prestasi, pencak silat juga memiliki nilai budaya yang melekat dan menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title