19 Tahun RS Sentosa, Mengabdi dengan Hati dan Terus Bertumbuh dalam Mutu
- Dok: Fahri
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Memasuki usia ke-19 tahun, RS Sentosa meneguhkan kembali komitmennya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang mengedepankan hati, mutu, dan kepedulian kepada masyarakat.
Peringatan HUT ke-19 RS Sentosa digelar secara sederhana, tetapi tetap berlangsung penuh makna. Pelaksanaan kegiatan juga menyesuaikan dengan imbauan pemerintah terkait efisiensi.
Owner RS Sentosa, DR. Frits Rumintjap, mengatakan usia 19 tahun merupakan perjalanan panjang yang diwarnai kerja keras, pengorbanan, pengalaman, dan pembelajaran dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
DR. Frits Rumintjap, Owner RS Sentosa
- Dok: Fahri
Menurutnya, peringatan ulang tahun bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum untuk bersyukur sekaligus melakukan refleksi terhadap perjalanan RS Sentosa selama hampir dua dekade.
“Peringatan ini momen untuk bersyukur, merefleksi, dan meneguhkan komitmen kita ke depan,” tegas DR. Frits di hadapan jajaran direksi PT, direksi RS, manajemen, kepala Klinik CK, para dokter, tenaga kesehatan, seluruh karyawan, keluarga besar RS Sentosa, serta tamu undangan yang hadir secara luring maupun daring.
Mengusung tema “Mengabdi dengan Hati, Bertumbuh dalam Mutu, Hadir untuk Masyarakat”, DR. Frits mengingatkan bahwa rumah sakit bukan sekadar tempat bekerja. Lebih dari itu, rumah sakit menjadi tempat masyarakat mencari pertolongan ketika menghadapi persoalan kesehatan.
Ia menjelaskan, mengabdi dengan hati berarti mampu menjawab harapan sekaligus kecemasan pasien dengan empati, bukan hanya mengandalkan ketepatan medis. Sementara bertumbuh dalam mutu berarti terus berupaya memberikan pelayanan yang lebih baik, aman, dan profesional.
“RS Sentosa hadir untuk masyarakat berarti kita harus jadi tempat yang dipercaya saat rakyat butuh pertolongan,” ujarnya.
Di tengah tantangan ekonomi, perubahan kebijakan, serta tuntutan masyarakat yang semakin tinggi, DR. Frits menilai kekuatan utama rumah sakit bukan hanya terletak pada gedung maupun teknologi yang dimiliki.
Menurutnya, sumber kekuatan terbesar RS Sentosa adalah manusia yang berada di dalamnya. Karena itu, budaya pelayanan menjadi hal penting yang harus terus dibangun oleh seluruh keluarga besar rumah sakit.
“Kekuatan terbesar kita adalah manusia. Mari bangun budaya: melayani dengan hati, bekerja dengan mutu, bertindak dengan integritas, dan hadir untuk masyarakat,” ajaknya.