Opini: Bogor Barat Membutuhkan Keragaman Sarjana

ilustrasi Kyai Saiful Falah
Sumber :
  • Ilustrasi

Oleh: Saiful Falah, Pemerhati pendidikan – Kabupaten Bogor terus membangun jalan, jembatan, pasar, rumah sakit, dan berbagai fasilitas publik. Pembangunan fisik memang penting. Namun, ada satu jalan yang sering luput dari perhatian, yaitu jalan yang mengantarkan anak-anak muda menuju pendidikan tinggi. Jalan inilah yang akan menentukan wajah Kabupaten Bogor pada masa depan.

img_title 92 Warga Belajar PKBM Pratama Mandiri Lulus, Rayakan dengan Pentas Seni

Kemajuan daerah tidak cukup diukur dari panjang jalan, jumlah gedung, atau ramainya pusat perdagangan. Kemajuan sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang merencanakan pembangunan, mengelola pelayanan publik, merawat masyarakat, mengembangkan teknologi, dan menciptakan lapangan pekerjaan. Karena itu, pendidikan harus ditempatkan sebagai jantung pembangunan daerah.

Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa pada 2024 rata-rata lama sekolah penduduk berusia 25 tahun ke atas baru mencapai 8,39 tahun. Angka itu kurang lebih setara dengan pendidikan kelas dua atau kelas tiga sekolah menengah pertama. Pada tahun yang sama, Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Bogor berada pada angka 73,63. Data tersebut memperlihatkan bahwa pekerjaan besar di bidang pendidikan belum selesai.

img_title Serius Benahi Sektor Pendidikan, Pemkot Bogor Targetkan 9.900 ATS Mengenyam Pendidikan

Persoalan itu terasa lebih kuat di wilayah Bogor Barat. Dari Dramaga, Ciampea, Cibungbulang, Pamijahan, Leuwiliang, Leuwisadeng, Nanggung, Cigudeg, Sukajaya, Jasinga, Rumpin, Tenjo, hingga Parungpanjang, terdapat banyak anak muda yang ingin melanjutkan pendidikan. Namun, pilihan perguruan tinggi dan program studi di dekat tempat tinggal mereka belum sepenuhnya beragam.

Sebagian anak harus menempuh perjalanan jauh menuju Kota Bogor, Depok, Jakarta, atau wilayah lain untuk menemukan program studi yang sesuai dengan cita-citanya. Perjalanan itu menguras tenaga dan waktu sekaligus menambah biaya transportasi, tempat tinggal, dan kebutuhan hidup. Bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas, jarak antara rumah dan kampus sering berubah menjadi jarak antara cita-cita dan kenyataan.

img_title Wakil Wali Kota Bogor Dukung LKMD 2 SMAIT Insantama, Cetak Calon Pemimpin Lewat Longmarch "Taklukkan Cianjur"

Bogor Barat sesungguhnya memiliki sejumlah perguruan tinggi yang tumbuh dari pesantren dan lembaga pendidikan Islam. Kehadirannya patut disyukuri karena telah melahirkan guru agama, penyuluh, dai, pengelola pesantren, dan sarjana pendidikan Islam yang menjaga kehidupan spiritual masyarakat. Daerah tanpa sarjana agama dapat kehilangan kompas moralnya.

Namun, pembangunan juga membutuhkan sarjana dari berbagai rumpun ilmu. Bogor Barat memerlukan tenaga kesehatan, ahli teknologi informasi, analis kebijakan, pengelola administrasi rumah sakit, ilmuwan, pengembang usaha digital, administrator publik, dan profesional bisnis. Ilmu agama dan ilmu umum tidak perlu dipertentangkan. Keduanya harus dipertemukan untuk membangun masyarakat yang maju sekaligus memiliki nilai.

Halaman Selanjutnya
img_title