Jalan Longsor di Puncak Belum Diperbaiki, Pengendara Motor Kerap Terperosok Saat Malam

Jalan Raya Puncak di Kampung Cibogo, Megamendung, rusak akibat longsor selama lima bulan belum diperbaiki.
Sumber :
  • Dok: Rizal

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Kerusakan jalan akibat longsor di Jalur Puncak, tepatnya di Kampung Cibogo, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, hingga kini belum juga mendapat penanganan. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang melintas pada malam hingga dini hari.

img_title Unik! Warga Rumpin Bangun Menara Eiffel Setinggi 20 Meter untuk HUT RI

Longsor yang menggerus sebagian badan Jalan Raya Puncak itu terjadi sekitar lima bulan lalu. Hingga kini, kerusakan belum diperbaiki secara permanen meski lokasi tersebut telah beberapa kali ditinjau oleh berbagai instansi pemerintah.

Akibatnya, badan jalan yang rusak semakin melebar dan mempersempit ruang bagi kendaraan yang melintas. Kondisi tersebut membuat risiko kecelakaan semakin tinggi, terutama saat jarak pandang pengendara berkurang pada malam hari.

img_title Jalan Sehat Meriah, 2.000 Warga Rumpin Semarakkan HUT ke-81 RI

Aan, petugas parkir di kawasan Kampung Cibogo, mengatakan kerusakan jalan akibat longsor sudah cukup lama dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, hampir setiap pekan terjadi pengendara sepeda motor yang terperosok ketika melintasi lokasi tersebut.

"Longsor jalan itu sering menyebabkan kecelakaan pengendara roda dua, terutama pada dini hari menjelang subuh," ujar Aan, Rabu, 5 Agustus 2026.

img_title Ditemukan Selamat, ABK yang Sempat Hilang di Parung Akhirnya Kembali ke Keluarga

Ia menjelaskan, panjang ruas jalan yang terdampak longsor diperkirakan mencapai sekitar 20 meter. Selain menyebabkan badan jalan menyempit, retakan yang muncul juga terus melebar sehingga membuat kondisi jalan semakin mengkhawatirkan.

"Sudah beberapa kali ditinjau oleh berbagai instansi, tetapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Longsor juga terlihat semakin besar," katanya.

Keluhan serupa disampaikan Ismadi, petugas keamanan salah satu hotel di kawasan Puncak. Ia mengaku sering melihat pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan di lokasi tersebut, khususnya pada malam hari ketika kondisi jalan sulit terlihat.

Menurutnya, penanganan sementara yang hanya menggunakan terpal sebagai penanda dinilai belum cukup memberikan perlindungan bagi pengguna jalan.

"Kalau korban jiwa tidak ada, tetapi kecelakaan pada malam hari cukup sering terjadi. Pengendara motor terperosok karena jalan menyempit dan longsor semakin melebar," ungkap Ismadi.

Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen sebelum kerusakan bertambah parah dan berpotensi menimbulkan korban yang lebih besar. Mengingat Jalur Puncak merupakan salah satu akses utama yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan, kondisi infrastruktur yang aman dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Halaman Selanjutnya
img_title