Program PHTC Berjalan, Pratikno–Nasaruddin Pantau Progres Revitalisasi Pembangunan MTs Kota Bogor
- Dok : Erik Prayoga
Bogor, VIVABOGOR – Pemerintah pusat menegaskan komitmennya dalam percepatan peningkatan kualitas pendidikan melalui program revitalisasi satuan pendidikan saat meninjau langsung progres pembangunan Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/06/2026) pagi.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari evaluasi implementasi program prioritas nasional yang menyasar ribuan sekolah dan madrasah di berbagai daerah.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau langsung perkembangan pembangunan serta rehabilitasi fasilitas pendidikan di MTs Negeri Kota Bogor.
Program revitalisasi ini disebut sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan infrastruktur pendidikan.
“Program Pak Presiden tentang revitalisasi satuan pendidikan. Ini merupakan satu dari banyak program untuk pembangunan SDM yang unggul,” kata Pratikno.
Pratikno menambahkan, program revitalisasi satuan pendidikan telah dimulai sejak 2025 dengan total anggaran mencapai Rp13,28 triliun.
“Dari tahun 2025, dengan total 13,28 triliun rupiah, revitalisasinya mencakup 17.573 satuan pendidikan,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebutkan adanya perubahan signifikan pada kondisi bangunan MTs Negeri Kota Bogor setelah proses revitalisasi berjalan, mulai dari perbaikan atap hingga penggantian fasilitas belajar.
“Saya bersama Pak Menko PMK baru saja meninjau. Alhamdulillah ada perubahan yang sangat signifikan ya. Atapnya yang tadinya mau roboh sekarang menjadi sangat rapi. Meja-mejanya tadinya sudah kumuh diganti dengan meja yang bagus,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian yang setara terhadap sekolah dan madrasah tanpa diskriminasi dalam pembangunan pendidikan.
Adapun anggaran pembangunan MTs Negeri Kota Bogor mencapai Rp5,5 miliar, yang terdiri dari Rp4 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp1,5 miliar untuk pengadaan mebel.
Sekolah tersebut memiliki 23 ruang kelas, dengan 11 ruang telah selesai dan digunakan, sementara 12 ruang lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
Program revitalisasi ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, dengan fokus pada percepatan rehabilitasi dan pembangunan sarana pendidikan agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bermutu.