Bogor Dilanda Suhu Panas, BMKG Dramaga: Kondisinya Masih Normal
- staklimjabar.id
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Warga Kota Bogor dan sekitarnya merasakan suhu udara yang lebih panas dari biasanya dalam beberapa hari terakhir. Langit cenderung cerah, hujan minim, dan udara terasa lebih menyengat pada siang hari. Meski begitu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dramaga memastikan kondisi tersebut masih tergolong normal.
Forecaster on Duty BMKG Dramaga Bogor, Mirnawati Z, mengatakan cuaca panas yang terjadi belakangan ini belum bisa dijadikan tanda bahwa Bogor resmi memasuki musim kemarau. Penentuan pergantian musim, kata dia, tidak hanya berdasarkan kondisi cuaca harian, tetapi harus melihat pola curah hujan dalam periode yang lebih panjang.
“Beberapa hari ini cuaca Bogor memang cenderung panas dan tidak terpantau hujan, namun kondisi tersebut termasuk normal. Bulan Juni ini pola pergerakan angin secara umum memang sudah didominasi oleh angin muson timuran yang sifatnya cenderung kering,” ujar Mirnawati saat dikonfirmasi, Selasa 9 Juni 2026 malam.
Menurut BMKG, angin muson timuran yang mulai dominan pada Juni memang dapat mengurangi peluang hujan dan membuat udara terasa lebih kering. Namun, kondisi ini masih sesuai dengan pola klimatologis wilayah Bogor.
Bogor Termasuk Wilayah dengan Hujan Sepanjang Tahun
Berdasarkan pembaruan data perkembangan musim di Jawa Barat pada Dasarian III Mei 2026, baru sekitar 17 persen wilayah yang sudah masuk musim kemarau. Sebagian besar wilayah, yakni 81 persen, masih berada pada musim hujan.
Kota Bogor sendiri masuk dalam klasifikasi Tipe 1 Musim bersama sebagian kecil Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Wilayah tipe ini umumnya berada di daerah pegunungan dan tidak memiliki batas musim kemarau yang tegas.
“Kota Bogor ibarat daerah yang hampir selalu memiliki ‘jatah hujan’ sepanjang tahun. Intensitas hujannya bisa naik atau turun, tetapi jarang sekali mengalami kondisi kering berkepanjangan seperti wilayah Pantura Jawa Barat,” jelas Mirnawati.
Karakter geografis Bogor yang berada di kawasan pegunungan membuat pembentukan awan hujan lebih mudah terjadi dibanding daerah dataran rendah. Karena itu, hujan masih mungkin turun meski beberapa hari terasa panas.