Sidak Pasar dan Ritel di Bogor, Bulog Pastikan Harga Sembako Stabil
- Viva Bogor
Kabupaten Bogor, Viva Bogor – Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Barat, Nurman Susilo, bersama Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Perdagangan, hingga Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan ritel modern di wilayah Dramaga, Bogor, Kamis, 7 Mei 2026.
Hasilnya, ketersediaan komoditas strategis dipastikan aman dengan harga yang relatif stabil.
Pengecekan diawali di Pasar Dramaga untuk memantau harga pangan pokok. Nurman mengungkapkan, secara umum harga-harga masih terkendali, meski terdapat fluktuasi kecil pada komoditas tertentu.
"Alhamdulillah, harga masih relatif stabil. Hanya ada sedikit kenaikan pada harga daging, namun kemungkinan akan segera kembali normal. Untuk komoditas lainnya relatif stabil," ujar Nurman Susilo.
Kabar baik datang dari sisi ketahanan pangan. Dalam tinjauan ke Gudang Bulog, Nurman membeberkan bahwa stok beras untuk wilayah Jawa Barat saat ini berada pada posisi yang sangat kuat, bahkan mencetak rekor baru.
"Stok beras untuk wilayah Jawa Barat saat ini mencapai 780 ribu ton. Ini merupakan stok tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Bulog. Insyaallah, stok kita ini sangat aman dan cukup hingga tahun depan," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Bulog masih aktif melakukan penyerapan gabah petani lokal untuk terus memperkuat cadangan pangan nasional.
Selain pasar tradisional, rombongan juga meninjau ritel modern seperti Toserba Yogya. Nurman mengakui ada sedikit kenaikan pada harga beras, namun ia menjamin harganya masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sebagai langkah antisipasi gejolak harga, Bulog berkomitmen untuk terus menggelontorkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Saat ini, harga beras SPHP dari gudang dipatok Rp11.000 per kilogram, dengan HET maksimal di pasar Rp12.500 per kilogram masih jauh di bawah HET beras medium yang mencapai Rp13.500 per kilogram.
"Sesuai arahan dari Bapanas dan KSP hari ini, Bulog diminta untuk terus menjaga ketersediaan stok beras SPHP di pasaran, serta terus mendorong pasokan minyak goreng yang ada di gudang agar segera turun ke pasar," tambah Nurman.
Terkait distribusi di wilayah Bogor, Bulog memastikan hampir seluruh ritel modern telah memasok beras SPHP maupun premium. Untuk pasar tradisional, Bulog berencana memperluas kemitraan dengan toko-toko lokal agar akses masyarakat terhadap beras murah semakin mudah.