Hampir 4 Jam Evakuasi, Jalan Ciseeng–Rumpin yang Tertutup Bambu Akhirnya Kembali Normal
- Dok: Fahri
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Upaya pembukaan akses jalan penghubung Kecamatan Ciseeng dan Kecamatan Rumpin akhirnya membuahkan hasil. Setelah hampir empat jam melakukan pembersihan, petugas gabungan berhasil menyingkirkan rumpun bambu yang roboh dan menutup badan jalan di sekitar Jembatan Gerendong.
Sebelumnya, jalan antar kecamatan tersebut sempat tidak dapat dilalui akibat rumpun bambu yang tumbang karena hujan disertai angin kencang pada pukul 20.00 WIB, Selasa 3 Februari 2026. Batang-batang bambu yang menjurai menutup seluruh badan jalan membuat arus lalu lintas terhenti total.
Petugas Satpol PP Pemerintah Kecamatan Ciseeng bersama tim BPBD Kabupaten Bogor, aparatur Pemerintah Desa Putat Nutug, serta warga sekitar langsung turun tangan melakukan penanganan di lokasi.
Camat Ciseeng, Subhi, menyampaikan bahwa proses pembersihan telah selesai dan akses jalan kini sudah kembali dapat dilalui kendaraan.
“Tadi sudah dilakukan penanganan dan giat pembersihan oleh petugas kecamatan, BPBD, Pemdes dan warga. Sekarang sudah dapat dilalui kembali,” ungkap Subhi.
Proses evakuasi tidak berlangsung singkat. Dibutuhkan waktu hampir empat jam untuk membersihkan dan memotong batang-batang bambu yang menutup jalan. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan memastikan keselamatan petugas dan warga yang membantu.
Danru Unit Satpol PP Kecamatan Ciseeng, Komar, menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan dimulai sekitar pukul 21.00 WIB. Unsur yang terlibat terdiri dari petugas kecamatan, BPBD, aparatur desa, serta warga sekitar yang turut membantu.
“Kita lakukan penanganan dan pembersihan sejak pukul 21.00 WIB. Petugas yang turun dari unsur Pemcam Ciseeng, BPBD, Pemdes dan warga sekitar,” ujar Komar.
Ia menambahkan, proses pemotongan, pembersihan, hingga perapihan rumpun bambu baru selesai sekitar pukul 23.30 WIB. Setelah batang-batang bambu berhasil disingkirkan, arus lalu lintas perlahan kembali normal.
Kondisi jalan yang sebelumnya gelap dan tertutup kini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Warga yang sempat tertahan pun dapat kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Meski akses jalan telah pulih, masih terdapat satu dampak yang belum sepenuhnya teratasi, yakni jaringan listrik di sekitar lokasi. Batang bambu yang roboh sebelumnya juga menimpa kabel listrik sehingga menyebabkan aliran listrik padam.