Ekspedisi Daendels Java La Grande Singgahi Boxies 123 Mall Bogor: Napak Tilas Sejarah Jalan Raya Pos

Napak Tilas Dendles Route HGL
Sumber :
  • Viva Bogor

Kota Bogor, VIVA Bogor – Rombongan ekspedisi "Daendels Java La Grande" yang digagas oleh Happy Go Lucky Overland (HGL) melakukan persinggahan di Boxies 123 Mall, Bogor, pada Jumat, 30 Januari 2026. Sebelumnya, pada 29 Januari 2026, seluruh peserta telah berkumpul di Menara Anyer KM 0 sebagai titik awal dimulainya perjalanan panjang menyusuri Pulau Jawa.

img_title Eks Warpat Puncak Disulap Jadi Pos Terpadu, Bakal Jadi Gerbang Pengamanan Jalur Bogor-Cianjur

Konvoi yang terdiri dari sekitar 50 kendaraan, mulai dari SUV 4×4 hingga campervan yang dimodifikasi, tampak terparkir rapi. Sebanyak 120 peserta lintas generasi ini memiliki misi yang sama: menelusuri kembali jejak sejarah Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) peninggalan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels yang membentang dari Anyer hingga Panarukan.

Penanggung jawab Happy Go Lucky Overland, Hauwke, menjelaskan bahwa ide ekspedisi ini terinspirasi dari perjalanan overland yang pernah ia lakukan di Amerika Serikat melintasi Route 66.

img_title Polsek Ciawi dan Brimob Berbagi Takjil di Simpang Ciawi, 100 Paket Ludes Dibagikan

"Saya terinspirasi oleh Route 66 di Amerika, rute sepanjang hampir 4.000 km dari Chicago ke Los Angeles yang dibuat 100 tahun lalu. Saat melintas di sana, saya berpikir bahwa Indonesia memiliki jalur yang lebih bagus dan lebih tua, yaitu Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan," ujar Hauwke.

Ia menjelaskan bahwa rute ini dibangun pada masa Daendels (1808–1811) dalam waktu sekitar tiga tahun sejauh kurang lebih 1.000 km. Untuk menjaga keaslian sejarah, logo kegiatan pun dibuat dengan nuansa merah, putih, dan biru, mengacu pada bendera Belanda saat jalan tersebut dibangun, bukan bendera Amerika.

img_title Kakorsabhara Baharkam Polri Pastikan Jalur Puncak Kondusif, Imbau Warga Rayakan Tahun Baru dengan Empati

"Misi saya bukan sekadar jalan-jalan, tetapi napak tilas. Kita ingin peserta, termasuk generasi muda, merenung dan mempelajari sejarah Indonesia yang hampir hilang. Jangan sampai aset sejarah seperti bangunan tua digantikan oleh kafe atau bangunan modern tanpa makna. Kita harus bisa merawat warisan (heritage) seperti candi dan bangunan kuno sebagai aset wisata," tegas Hauwke.

Ekspedisi ini sengaja memilih jalur non-tol untuk merasakan sensasi jalur asli yang melewati perkebunan dan kota-kota bersejarah. Rute yang ditempuh meliputi Anyer, Bogor, Cianjur, Bandung, Cadas Pangeran, Cirebon, Tegal, Semarang, Lasem, Gresik, Surabaya, hingga berakhir di Panarukan.

"Besok kita lanjut ke arah Bandung, Jatinangor, lalu Cirebon mengunjungi Keraton. Di Semarang kita ke Kota Lama, di Lasem melihat Pecinan, dan di Surabaya mengunjungi Museum Angkatan Laut. Di Probolinggo kita juga akan mampir ke Air Terjun Madakaripura," tambah Hauwke.

Halaman Selanjutnya
img_title