Bogor Utara Diproyeksikan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Musrenbang Kecamatan Bogor Utara
Sumber :
  • Dok : Pemkot Bogor

Bogor, VIVABOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana mengambil langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan wilayah Bogor Utara melalui pembebasan lahan Jalan R2 sebagai jalur penghubung baru antarwilayah.

img_title Kisah Aji Pelajar SR 3 Bogor: Dari Niat Kabur Hingga Unjuk Gigi di Depan Wali Kota Bogor

Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Utara yang digelar di Aula Kebon Jati, Kota Bogor, Kamis (22/1/2026).

Dedie menyampaikan bahwa Bogor Utara memiliki posisi strategis sebagai gerbang Kota Bogor dengan potensi pengembangan yang sangat besar. Oleh karena itu, Pemkot Bogor memandang perlu adanya penguatan konektivitas untuk mendukung peran Bogor Utara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

img_title Hasil Panen Dibagikan ke Warga, Begini Inovasi Ketahanan Pangan Pemkot Bogor

Ia menjelaskan, Pemkot Bogor tengah mengupayakan kembali pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan R2 yang diharapkan dapat menghubungkan Kota Bogor dengan kawasan Sentul tanpa harus melalui jalan tol.

“Pemerintah Kota Bogor sudah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Bogor terkait rencana ini,” ujar Dedie.

img_title Mengabdi Puluhan Tahun, Wali Kota Bogor Apresiasi 23 PNS Purnabakti

Menurutnya, pembangunan jalur R2 menjadi langkah penting agar potensi Bogor Utara dapat berkembang secara optimal dan tidak tertinggal dibandingkan wilayah perbatasan lainnya yang tumbuh lebih pesat.

Dedie menegaskan, perencanaan yang matang serta komunikasi lintas wilayah menjadi kunci agar masyarakat Kota Bogor dapat merasakan langsung dampak pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

“Jangan sampai kita hanya menjadi penonton. Perencanaan dan komunikasi dengan pihak terkait mutlak dilakukan agar kue pertumbuhan wilayah bisa dinikmati oleh warga Kota Bogor,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Bogor Utara, Riki Robiansah, memaparkan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di wilayahnya untuk tahun perencanaan 2026 serta usulan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Ia menyebutkan, terdapat 228 usulan prioritas yang diajukan ke tingkat kota.

“Dari 228 usulan tersebut, sebanyak 140 merupakan usulan bidang fisik. Dominasi usulan fisik ini tidak terlepas dari kondisi Bogor Utara yang rawan banjir,” kata Riki.

Ia menjelaskan, sebagian besar usulan fisik berkaitan dengan perbaikan dan pembangunan drainase, peninggian serta perbaikan turap, hingga peninggian jembatan. Beberapa kelurahan di Bogor Utara, lanjutnya, kerap mengalami genangan saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, meskipun sifatnya sementara dan cepat surut. “

Halaman Selanjutnya
img_title