Pansus DPRD Kawal RSUD Bogor, Ini Temuan Terbarunya
- Istimewa
Kota Bogor, VIVA Bogor – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Bogor terus mengawal pembenahan tata kelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor. Hingga kini, proses pengawasan masih berjalan dan memasuki tahap penyempurnaan data sekaligus evaluasi hasil perbaikan manajemen.
Ketua Pansus DPRD Kota Bogor, Achmad Rifki Alaydrus, menyampaikan pihaknya melihat adanya progres positif dari manajemen RSUD, terutama dalam penguatan struktur kepemimpinan.
“Hari ini masih penyempurnaan data. Kami melihat beberapa perbaikan yang sudah dilakukan. Tim manajemen juga sudah lengkap, termasuk wakil direktur meski masih Plt. Mudah-mudahan ini jadi semangat baru untuk perbaikan layanan kesehatan di Kota Bogor,” ujar Rifki, Rabu 21 Januari 2026.
Salah satu temuan penting Pansus adalah mulai terurainya persoalan utang RSUD. Sejumlah kewajiban keuangan, khususnya terkait pengadaan obat dan pemulihan layanan, telah diselesaikan secara bertahap.
“Utang RSUD sedikit demi sedikit sudah dibayarkan. Dengan definitifnya Bu Retni sebagai direktur, kami berharap ini menjadi prioritas kebijakan untuk pemulihan pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Berdasarkan paparan manajemen, total utang yang sudah dibayarkan mencapai Rp35 miliar. Sementara sisa utang sekitar Rp70 miliar ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu 14 bulan ke depan.
“Insyaallah 14 bulan ke depan bisa selesai. DPRD akan terus berkomunikasi dan berkolaborasi agar target ini tercapai,” tambah Rifki.
Dari sisi anggaran, RSUD Kota Bogor juga mendapat suntikan dana Rp10 miliar dari APBD murni. Ke depan, tidak menutup kemungkinan ada tambahan dukungan anggaran sesuai hasil rekomendasi Pansus.
“Apakah RSUD tetap akan disupport APBD atau tidak, nanti akan kami rumuskan dalam rekomendasi,” ujarnya. Rifki menegaskan, pengawasan Pansus bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan anggaran publik benar-benar kembali dalam bentuk pelayanan kesehatan yang layak dan manusiawi.
“Kami ingin memastikan uang rakyat kembali ke masyarakat dalam bentuk pelayanan kesehatan yang berkualitas,” tegasnya.
Sementara itu, anggota Pansus DPRD Kota Bogor, H. Tri Kisowo Jumino, mengungkapkan bahwa sebelum rapat dengar pendapat, pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD.
“Kami sudah melakukan sidak. Pansus berjalan sekitar dua bulan, dan dalam empat bulan ke depan akan keluar rekomendasi terkait hal-hal yang perlu diperbaiki,” jelasnya.