Perbaiki Sistem Pelayanan, Komisi IV Panggil RS se-Kota Bogor

Komisi IV DPRD Kota Bogor Panggil RS se-Kota Bogor
Sumber :
  • Dok : Humpropub DPRD Kota Bogor

Bogor, VIVABOGOR – Komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar pertemuan strategis bersama seluruh direktur rumah sakit negeri dan swasta se-Kota Bogor di Aula Serbaguna Gedung DPRD Kota Bogor, Rabu (21/1/2026).

img_title Dewan Desak Pemkot Bogor Serius Tangani Bullying dan Pernikahan Dini

Pertemuan ini dilakukan guna menyepakati penguatan sistem rujukan dan memastikan pelayanan kesehatan prima bagi masyarakat.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhamad Nur, menegaskan bahwa agenda ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengingatkan pihak rumah sakit agar tetap patuh pada aturan dan standar pelayanan yang berlaku.

img_title Rp250 Ribu Jadi 40 Porsi, Anak Asuh di Bogor Barat Masak MBG Sendiri

"Kami mengundang seluruh direktur RS untuk mengingatkan kembali terkait aturan pelayanan. Harapannya, baik RS pemerintah maupun swasta dapat memberikan layanan prima kepada masyarakat Kota Bogor," ujar Fajar.

Fajar menambahkan, pihaknya telah menampung berbagai masukan dari pengelola rumah sakit terkait kendala di lapangan.

img_title Tembus 1.085 Unit Usaha dan Kawal 2 Proyek Strategis, Kelurahan Curug Mekar Beberkan Capaian Wilayah

Catatan tersebut nantinya akan dibawa ke rapat kerja lanjutan bersama BPJS Kesehatan untuk dicarikan solusi komprehensif.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi IV, Tri Kisowo Jumino, menyoroti persoalan krusial terkait pasien gawat darurat. Ia meminta agar tidak ada lagi rumah sakit yang menolak pasien emergency.

"Kami berharap rumah sakit tidak menolak pasien darurat. Selain itu, keterbatasan tempat tidur dan sosialisasi sistem informasi kesehatan digital harus menjadi perhatian bersama," tegas Tri.

Solusi Kasus "False Emergency"

Menanggapi dinamika di lapangan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama sistem rujukan adalah banyaknya kasus false emergency.

Kondisi ini terjadi ketika pasien langsung menuju UGD rumah sakit untuk kasus yang sebenarnya masih bisa ditangani di tingkat Puskesmas.

Sebagai langkah nyata, Erna memaparkan bahwa Pemkot Bogor telah mengaktifkan enam Puskesmas dengan layanan UGD 24 jam di setiap kecamatan:

"Masyarakat diharapkan mengakses Puskesmas terlebih dahulu untuk asesmen. Jika memang gawat darurat, kami akan memfasilitasi rujukan ke rumah sakit yang siap menerima," jelas Erna.

Halaman Selanjutnya
img_title