Serahkan Akta Koperasi, Dedie Rachim Dorong Pemanfaatan Peluang Program MBG

Penyerahan Akta Notaris kepada Koperasi Kelurahan di Kota Bogor
Sumber :
  • Dok : Pemkot Bogor

Bogor, VIVABOGOR– Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyerahkan Akta Badan Hukum Koperasi kepada empat koperasi di Kota Bogor. Fasilitasi pembentukan badan hukum ini dibiayai penuh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp3,5 juta per koperasi.

img_title Dukung Green City, Dedie Rachim Dorong Percepatan Pengembangan Kendaraan Listrik

Penyerahan tersebut difasilitasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkukmdagin) Kota Bogor dan berlangsung di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Kamis (15/1/2026).

Dalam sambutannya, Dedie Rachim menegaskan bahwa bantuan pembiayaan akta badan hukum ini merupakan stimulus awal dari pemerintah agar koperasi dapat segera beroperasi secara legal, profesional, dan akuntabel.

img_title Kisah Aji Pelajar SR 3 Bogor: Dari Niat Kabur Hingga Unjuk Gigi di Depan Wali Kota Bogor

“Memang jumlahnya tidak besar, tetapi ini adalah bentuk perhatian pemerintah. Kalau tidak disia-siakan, Rp3,5 juta ini bisa menjadi modal awal untuk membangun koperasi yang kuat,” tegas Dedie.

Dedie mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah koperasi sangat bergantung pada kedisiplinan dan komitmen para anggotanya, terutama dalam menjalankan kewajiban simpanan pokok dan simpanan wajib.

img_title Hasil Panen Dibagikan ke Warga, Begini Inovasi Ketahanan Pangan Pemkot Bogor

Menurutnya, tanpa komitmen tersebut, koperasi tidak akan berjalan efektif. “Kalau rajin, insyaallah dari perputarannya bisa dikembalikan dalam bentuk keuntungan,” tambahnya.

Peluang Ekonomi Rp5 Triliun Pada kesempatan yang sama, Dedie menyoroti peluang strategis yang bisa digarap oleh koperasi di Kota Bogor, khususnya dalam ekosistem program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia menyebutkan, target pendirian 110 SPPG di Bogor berpotensi menciptakan perputaran uang mencapai lima triliun rupiah per tahun.

Koperasi didorong untuk mengambil peran sebagai penyedia bahan baku seperti telur, roti, sayuran, dan sumber protein lainnya.

“Saat ini sangat terbuka kesempatan bagi koperasi karena off taker-nya sudah ada yaitu SPPG. Ini peluang nyata yang bisa dimanfaatkan koperasi,” jelas Dedie.

Sementara itu, Kepala Dinkukmdagin Kota Bogor, Rahmat Hidayat, berharap koperasi penerima fasilitas ini dapat segera bergerak cepat (gercep) dalam menjalankan roda organisasi.

“Diharapkan koperasi yang sudah mendapatkan bantuan biaya pembuatan dokumen ini bisa segera merekrut anggota, mengumpulkan simpanan pokok dan simpanan wajib, sehingga bisa segera beroperasi sesuai tujuan pembentukannya,” ujar Rahmat.

Halaman Selanjutnya
img_title