Ratusan Padepokan dan Ormas Hadiri Milad Akbar ke-13 Sabatin
Bogor, VIVA Bogor – Ratusan padepokan dan organisasi kemasyarakatan (ormas) dari berbagai elemen se-Provinsi Banten dan Jawa Barat menghadiri Milad Akbar Padepokan Sahabat Batin Indonesia (Sabatin) ke-13 dan Majelis Riyadhoh Arrifaiyyah ke-26 di Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jumat 12 Desember 2025.
Acara nampak meriah dengan terpampangnya puluhan karangan bunga dari tokoh ternama, di antaranya Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, anggota DPRD, Pimpinan Daerah, Pangdam III Siliwangi, swasta, dan sejumlah perwira tinggi TNI.
Kegiatan Milad sejak pagi hingga malam ini diisi dengan dengan pengajian dan pembacaan Shalawat, santunan ratusan anak yatim dan dhuafa, pentas seni budaya pencak silat dan debus, dan pertunjukan musik religi. Kegiatan Milad ditutup dengan tabligh akbar oleh sejumlah penceramah ternama di antaranya KH Tb Miftah Fauzi dari Ponpes Al Muzzani Tasikmalaya dan Ustadz Derry Sulaeman.
Santunan Milad Sabatin
- -
Pimpinan Majelis dan Padepokan Sabatin, SM Fu'ad Rifa'i alias Kakang Pangersa mengemukakan, Milad Sabatin selalu berlangsung meriah karena Padepokan Sabatin yang didirikan tahun 1999 kini telah memiliki 313 cabang di seluruh Nusantara. Kemudian dihadiri perwakilan ormas dan 316 padepokan se-Banten dan Jawa Barat.
"Tema milad tahun ini, "merajut persatuan dan kesetaraan bangsa dalam bingkai kebhinekaan' yang mencerminkan komitmen majelis dalam memperkuat nilai dakwah, budaya dan persaudaraan lintas daerah. Sedangkan Majelis Riyadhoh Arrifaiyyah dan Padepokan Sabatin memiliki lima pilar utama, yaitu ilmiah (ilmu), askariyah (ketangkasan), adabiyah (adab), istisodiyah (ekonomi), dan siasasiyah (politik)," ungkapnya.
SM Fu'ad Rifa'i yang juga berprofesi dosen psikologi ini berharap melalui milad ini Tanah Air Indonesia tercinta bisa dijaga bersama dan jangan sampai bangsa ini dipecah belah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Makanya di Sabatin ini bergabung berbagai macam pedepokan, ormas, dan elemen lainnya, termasuk kami rangkul anak-anak jalanan seperti komunitas punk. Kami berharap pula kepada semua pihak untuk mewujudkan simpati dan empati, bukan saja meningkatkan dakwah pribadi tapi kesalehan sosial," ujar Ketua Dewan Penasehat Ormas se-Banten ini.