Jembatan Bambu Penghubung Bogor–Karawang Hanyut Diterjang Arus Sungai Ciomas
- Istimewa
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor sejak Kamis siang, 4 Desember 2025 menyebabkan sebuah jembatan bambu yang menjadi penghubung dua kabupaten, yaitu Bogor dan Karawang, hanyut terbawa derasnya arus Sungai Ciomas.
Jembatan yang berada di Kampung Parakan Salam, Desa Cikutamahi, Kecamatan Cariu, itu merupakan akses utama warga menuju Kampung Parungtanggulun, Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang. Setiap hari, jembatan tersebut menjadi jalur penting bagi warga untuk bertani, bersekolah, hingga pergi ke pasar.
Mimin, saksi mata sekaligus warga sekitar, menceritakan bagaimana dirinya melihat langsung jembatan itu roboh.
Detik-detik saat jembatan terbawa arus sungai
- Istimewa
“Waktu itu hujan deras, arus sungai sangat kencang. Saya keluar rumah untuk melihat Sungai Ciomas, dan di situ saya melihat jembatan bambu itu terbawa arus,” ungkapnya.
Menurut penuturan Mimin, jembatan ambruk dalam hitungan detik ketika arus air menguat.
Ketua RT, Suryadi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa derasnya arus Sungai Ciomas membuat jembatan tidak mampu bertahan.
Warga menyebrangi sungai karena jembatan hanyut
- Dok: Dedi Ruswandi
“Jembatan ini akses penting bagi warga dua kabupaten. Terputusnya jembatan membuat aktivitas masyarakat lumpuh, terutama para petani dan anak-anak sekolah,” ujarnya.
Suryadi juga menyampaikan bahwa pihak kecamatan, termasuk Danramil dan Kapolsek Cariu, langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi jembatan dan membahas rencana penanganan sementara.
Sementara itu, Ketua RW, Misnan, berharap jembatan tersebut segera mendapat perhatian pemerintah kabupaten agar bisa dibangun kembali secara permanen dan lebih kuat.
“Saya bersyukur BPBD Kabupaten Bogor dan Satpol PP Kecamatan Cariu langsung turun ke lokasi setelah mendapat laporan jembatan hanyut,” ucapnya.