Kades Sukamulya: Pengurus Jangan Persulit Warga Terima Bantuan

Warga Rumpin sedang antri bantuan tambang
Sumber :
  • Istimewa

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Dampak penutupan galian tambang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai terasa di berbagai wilayah, termasuk Kecamatan Rumpin. Banyak warga yang sebelumnya bekerja sebagai buruh, kuli ganjur, hingga sopir truk kini kehilangan mata pencaharian.

img_title Opini: Mafia Tanah Yang Dirawat Dan Semakin Subur

Desa Sukamulya menjadi salah satu wilayah yang paling merasakan efek sosial tersebut. Untuk membantu warga, pemerintah provinsi menyalurkan bantuan kompensasi yang saat ini sedang berlangsung dalam dua tahap verifikasi.

Kepala Desa Sukamulya, Ikhwan Nur Arifin, mengungkapkan bahwa pada tahap pertama, sebanyak 398 warga telah dinyatakan berhak menerima bantuan kompensasi. Seluruh penerima telah memiliki buku tabungan BJB pribadi dan menerima dana secara langsung tanpa perantara. 

img_title Pemcam Ciseeng Siap Gelar MTQ Tingkat Kecamatan pada 16 September 2026

“Alhamdulillah, setelah dilakukan verifikasi tahap pertama, ada 398 warga Desa Sukamulya yang mendapatkan bantuan kompensasi,” ujar Ikhwan pada Rabu, 26 November 2025.

Untuk tahap kedua, proses verifikasi masih berjalan. Pemerintah desa memastikan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.

img_title Aktivasi IKD di Puraseda Disambut Antusias Masyarakat

Ikhwan menegaskan bahwa pihaknya hanya menjalankan fungsi pengawasan sesuai arahan Camat Rumpin. 

“Pemdes hanya mengawasi agar penyaluran bantuan berjalan lancar dan tanpa potongan apa pun,” jelasnya.

Ia juga menekankan agar seluruh perangkat desa, mulai dari Kepala Dusun, Ketua RW, hingga RT, tidak mempersulit warga dalam memperoleh hak mereka. 

“Jangan salah sasaran, apalagi mempersulit atau memanfaatkan kondisi warga. Semua pengurus sudah saya peringatkan untuk membantu, bukan menghambat,” tegas Kades yang akrab disapa Iif.

Lebih lanjut, Iif memastikan akan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan oknum yang mencoba memanfaatkan situasi atau memperlambat proses penyaluran bantuan. 

“Jika ada yang terbukti mempersulit warga, akan langsung saya tindak. Warga sedang kesulitan akibat kehilangan pekerjaan, dan kita harus hadir membantu,” tandasnya.

Dengan langkah pengawasan ketat dari pemerintah desa, proses penyaluran bantuan kompensasi diharapkan berjalan transparan, tepat sasaran, dan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat Sukamulya pasca penutupan tambang.