Langkah Perpusnas Soal Naskah Kuno
- Freepik
JAKARTA, VIVABOGOR – Perpusnas akan ubah naskah kuno jadi komik 25 seri. Itu bekerja sama dengan kreator dari ITB dan masyarakat perkomikan. Demikian diungkap kepala Perpusnas, Prof. E. Aminudin Aziz.
Kegiatan ini jadi salah satu wujud nyata dari upaya Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya sebagai instrumen diplomasi yang memperkuat identitas bangsa dan memperluas pengaruh budaya Indonesia di tingkat global.
Penting juga sastra dan gastronomi untuk promosi kebudayaan Indonesia. Keduanya spirit dari identitas budaya suatu bangsa.
"Sastra dan gastronomi penting untuk mengetahui suatu peradaban, karena sastra adalah cermin dari aspek sejarah, aspek karakter, dan aspek sosiolog. Kemudian gastronomi juga merupakan cermin dari temperamen dan emosi dari suatu bangsa," kata Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Manusia, Kamapradipta Isnomo.
Sementara, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D Retnoastuti menyampaikan, sastra dan gastronomi itu dua kekuatan unik dan punya keterkaitan dengan keseharian manusia.
“Kebudayaan Indonesia dari warisan tradisional hingga ekspresi kontemporer menjadi kekuatan identitas nasional dan soft power untuk menghadapi persaingan global. Tentunya kami adalah bagian dari diplomasi yang dijalankan oleh pemerintah yang dipimpin oleh Kementerian Luar Negeri. Jadi apabila Kementerian Luar Negeri adalah mesin, bisa dibilang kebudayaan adalah bahan bakarnya,” papar Dirjen Endah.
Dalam refleksinya mengenai arah kebijakan kebudayaan nasional, Dirjen Endah sebut, satu tahun Kementerian Kebudayaan memberikan pandangan kolektif khususnya mengenai kebijakan terkait diplomasi kebudayaan.
Tantangannya adalah keterpaduan arah prioritas dan diplomasi budaya. Dirjen Endah menekankan pentingnya keterkaitan antara kemajuan kebudayaan dan kesejahteraan komunitas budaya.
“Pada akhirnya, kemajuan kebudayaan yang dimaksud juga harus berdampak pada ekonomi kreatif dan kesejahteraan komunitas budaya, sehingga budaya bisa menjadi "mesin" penggerak untuk bangsa," tuturnya.
Endah berharap gelar wicara ini dapat melahirkan strategi sinergi dan kolaborasi untuk memperkuat diplomasi budaya agar berdampak melalui sastra dan gastronomi.
Indonesia punya banyak sastra lama yang terbenam di dalam manuskrip kuno seperti Serat Centhini, dengan banyak kisah tentang Susada.