Penelitian Ungkap Soal Madu dan Batuk

Ilustrasi batuk./freepik
Sumber :
  • Freepik

JAKARTA, VIVABOGOR –Penelitian menunjukkan, madu bisa bantu kurangi frekuensi dan rasa tidak nyaman akibat batuk. Sedikit gula yang terkandung dalam sesendok madu bisa berikan energi yang dibutuhkan.

img_title Keren! IPB Berhasil Kembangkan Anggur Tropis, Panen Perdana di Bogor

Tambahkan jahe, sebab kandungan antiperadangannya dan ganti sari apel dengan wiski. Soal makanan, studi tahun 2010 menemukan, konsumsi buah dan sayur dikaitkan dengan penurunan 20 persen jumlah hari gejala flu biasa sedang atau berat. Rekomendasi lain, sup mi ayam klasik menghidrasi dan memiliki kandungan nutrisi seimbang yang sehat.

Penting untuk tetap terhidrasi dan cukup istirahat. Pilek biasanya berlangsung antara tiga dan tujuh hari, jika penyakit berlangsung lebih lama dari itu atau mengalami kesulitan bernapas, sebaiknya hubungi penyedia layanan kesehatan guna dapatkan bantuan.

img_title Sempat 'Sakit' dan Umbi Sisa Separuh, Bunga Bangkai KRB Mekar Usai Penantian 12 Tahun

Saat sakit flu, konsumsi minuman panas atau hangat dengan campuran lemon serta madu. Itu bisa jadi obat bermanfaat sebab kandungan vitamin C bisa memperpendek durasi flu.

“Cairan hangat, madu, dan sedikit lemon bisa sangat terapeutik dalam melawan infeksi pernapasan,” kata dokter keluarga di Mayo Clinic yang berbasis di Phoenix, Arizona, Jesse Bracamonte, dilansir dari The Guardian.

img_title Warga Katulampa Tolak Penjualan Alkohol Dekat Permukiman

Minuman hangat dengan kandungan vitamin C, lanjutnya, banyak dikonsumsi sebagai obat mengatasi flu. Tetapi, tidak disarankan mencampurnya dengan cairan yang mengandung alkohol.

Walau minum alkohol bisa berikan efek relaksasi, jonsumsi alkohol saat sakit bisa membuat tubuh terlalu sedatif (zat yang menekan saraf pusat). Utamanya jika sedang konsumsi obat flu dan batuk dimana menyebabkan kantuk.

Potensi interaksi alkohol dan obat juga harus diwaspadai pada pasien usia di atas 65 tahun. Sebabnya, metabolisme sudah melambat.

“Menggabungkan alkohol dengan obat-obatan yang memiliki efek sedatif dapat meningkatkan risiko termasuk jatuh dan overdosis, serta mengubah cara anda metabolisme obat resep,” katanya.

Alkohol pun bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh dan memperlambat penyembuhan, kata Bracamonte. Lebih lanjut, minum alkohol dapat menyebabkan dehidrasi yang memperburuk gejala, dan menurunkan kadar gula darah jika dikonsumsi saat perut kosong.

Ahli gizi terdaftar dan instruktur klinis di Universitas Boston Joan Blake, mengatakan minuman hangat non-alkohol dengan campuran lemon yang mengandung vitamin C dapat mendukung sistem kekebalan tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi vitamin C dapat sedikit memperpendek durasi flu biasa.

Halaman Selanjutnya
img_title