Hal Penting Soal Demensia Hingga Lupa Ingatan
- Freepik
Jakarta, Viva Bogor – Ada saran segera konsultasi ke dokter saat gangguan ingatan ganggu aktivitas sehari-hari, seperti sering ulang pertanyaan yang sama, tersesat di tempat yang sudah dikenal, hingga kesulitan merawat diri sendiri. Pada beberapa kasus, lansia bisa didiagnosis alami gangguan kognitif ringan (mild cognitive impairment/MCI).
Yaitu kondisi saat gangguan ingatan lebih menonjol daripada orang lain seusianya. Demensia sendiri bukan hanya ada kaitan dengan hilangnya daya ingat, tetapi juga menjadi kebingungan, sulit jalani aktivitas sehari-hari, gangguan bahasa dan pemahaman, hingga perubahan perilaku yang signifikan.
Untuk jangka panjang, gejala itu bisa ganggu kemandirian seseorang dan mempengaruhi kualitas hidupnya. Sementara, munculnya gejala seperti lupa atau kebingungan tidak cukup untuk memastikan seseorang mengidap demensia.
Walau berbeda dari demensia, MCI dapat menjadi tahap awal penyakit Alzheimer dan memerlukan pemantauan medis lebih lanjut. Sementara, saat sesekali lupa nama seseorang, salah menaruh barang atau sulit temukan kata yang tepat saat berbicara jadi hal umum pada siapapun.
Namun, meningkatnya kesadaran masyarakat pada penyakit demensia kerap membuat sebagian orang khawatir jika berbagai gejala itu bisa jadi tanda awal gangguan tersebut. Dilansir dari Medical Daily, seiring bertambahnya usia, kemampuan mengingat seseorang bisa menurun.
Lalu, perlu waktu lebih lama untuk mengingat kembali informasi. Kondisi ini merupakan bagian normal dari proses penuaan. Itu tidak berarti seseorang mengalami demensia.
Demensia dan proses penuaan normal sering kali disamakan, padahal keduanya berbeda. Pada demensia, gejala biasanya dimulai dengan gangguan ingatan ringan yang semakin memburuk seiring waktu.
Sementara pada penuaan normal, lupa biasanya bersifat sesekali dan lebih sering berkaitan dengan kenangan lama. Sebaliknya, penderita demensia kerap mengalami kesulitan mengingat peristiwa baru.
Seperti percakapan yang terjadi di hari yang sama atau orang yang baru ditemui. Diagnosis hanya dapat ditentukan oleh tenaga medis melalui pemeriksaan menyeluruh, termasuk riwayat kesehatan, tes kognitif, pemeriksaan fisik, serta pencitraan otak untuk menyingkirkan penyebab lain.
Masalah ingatan juga dapat dipicu oleh berbagai faktor lain, seperti cedera kepala, infeksi otak, gangguan tiroid, efek samping obat, masalah mental seperti depresi atau kecemasan, penyalahgunaan zat, gangguan tidur, hingga kekurangan nutrisi penting seperti vitamin B12.