Sulit Berkata Tidak? Inilah Makna Qaulan Ma'rufa, Seni Menolak Permintaan dengan Santun Menurut Islam

Komunikasi yang baik, menjadi kunci dalam menjaga hubungan.
Sumber :
  • Pexels

Bogor, VIVA Bogor – Tidak semua permintaan dapat kita penuhi. Ada kalanya keterbatasan waktu, tenaga, kemampuan, atau kondisi ekonomi membuat seseorang harus mengatakan "tidak". Namun, dalam Islam, penolakan bukan hanya soal isi ucapan, melainkan juga cara menyampaikannya. Menolak dengan kasar dapat melukai hati, sedangkan menolak dengan tutur kata yang baik justru menjadi bagian dari akhlak mulia. Inilah yang diajarkan Al-Qur'an melalui konsep qaulan ma'rufa, yaitu perkataan yang baik, pantas, sopan, dan menenangkan hati.

img_title Mental Health Remaja Makin Disorot, Bagaimana Islam Menjadi Penawar Kecemasan di Era Modern?

Sering kali seseorang merasa bersalah ketika tidak mampu membantu orang lain. Akibatnya, ia memaksakan diri hingga mengorbankan hak dirinya, keluarga, atau bahkan kesehatannya. Di sisi lain, ada pula yang memilih menolak secara keras sehingga menimbulkan permusuhan. Islam mengajarkan jalan tengah, yaitu bersikap jujur tentang kemampuan diri sambil tetap menjaga adab dalam berbicara.

Allah SWT berfirman: "Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut (qaulan ma'rufa)." (QS. Al-Isra': 28)

img_title Dakwah Tak Selalu di Mimbar: Seni, Olahraga, dan Ruang Kreatif Jadi Jalan Menyentuh Hati Remaja

Ayat ini turun dalam konteks ketika seseorang belum mampu memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan. Allah tidak memerintahkan untuk memaksakan diri, tetapi mengajarkan agar penolakan tetap disampaikan dengan kata-kata yang baik. Ini menunjukkan bahwa menjaga perasaan orang lain juga merupakan bagian dari ibadah.

Konsep qaulan ma'rufa bukan sekadar berbicara dengan bahasa yang halus, tetapi juga mengandung penghormatan kepada lawan bicara. Seorang Muslim dianjurkan menjelaskan alasannya secara jujur, mendoakan kebaikan, dan tidak merendahkan orang yang meminta bantuan. Terkadang, senyuman, doa, atau penjelasan yang santun mampu mengobati kekecewaan lebih baik daripada jawaban yang dingin dan kasar.

img_title Dua Dunia yang Seimbang: Cara Mengajarkan Pemuda Berprestasi Secara Akademis Sekaligus Tangguh Religius

Allah SWT juga berfirman: "Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan hati. Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun." (QS. Al-Baqarah: 263)

Ayat ini mengandung pelajaran yang sangat mendalam. Bahkan ketika seseorang mampu memberi, ia tetap dilarang menyakiti hati penerima dengan ucapan yang merendahkan. Apalagi jika belum mampu membantu, maka menjaga kelembutan lisan menjadi lebih penting lagi.

Halaman Selanjutnya
img_title