Jemaah Haji Indonesia Mulai Dipulangkan, 6.798 Orang Pulang Bertahap dari Makkah
- TV One
Jakarta, VIVA Bogor – Setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, jemaah haji Indonesia gelombang pertama mulai dipulangkan ke Tanah Air secara bertahap pada Senin 1 Juni 2026. Kepulangan perdana ini menandai dimulainya fase pemulangan jemaah setelah menjalani berbagai tahapan ibadah haji, mulai dari wukuf di Arafah hingga tawaf ifadah di Masjidil Haram.
Sejak pagi hari, suasana sejumlah hotel pemondokan jemaah Indonesia di Makkah terlihat lebih sibuk dari biasanya. Para jemaah bersiap meninggalkan Tanah Suci untuk kembali berkumpul bersama keluarga di Indonesia setelah menunaikan rukun Islam kelima yang telah mereka nantikan selama bertahun-tahun.
Pada hari pertama pemulangan, sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) dengan total 6.798 jemaah diberangkatkan secara bertahap menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Seluruh proses keberangkatan dilakukan sesuai jadwal yang telah disusun oleh petugas penyelenggara ibadah haji.
Untuk memastikan kelancaran proses kepulangan, jemaah diwajibkan sudah siap enam jam sebelum jadwal penerbangan. Waktu tersebut digunakan untuk proses penjemputan dari hotel menuju bandara, pemeriksaan dokumen perjalanan, pemeriksaan barang bawaan, hingga proses boarding sebelum keberangkatan.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk maskapai penerbangan, otoritas bandara, syarikah, serta seluruh petugas layanan haji. Langkah ini dilakukan agar proses pemulangan berjalan lancar hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia dengan aman dan nyaman.
Pemulangan jemaah haji Indonesia dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 1 Juni hingga 30 Juni 2026. Ribuan jemaah akan diterbangkan dalam berbagai kloter sesuai embarkasi masing-masing menuju sejumlah daerah di Indonesia.
Sebelum memasuki masa kepulangan, para jemaah terlebih dahulu menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Masjidil Haram. Salah satu tahapan penting yang dijalani adalah tawaf ifadah, yaitu salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan dan tidak dapat digantikan maupun ditinggalkan.
Setelah menyelesaikan lontar jumrah di Mina pada 13 Zulhijah, jemaah yang mengambil nafar sani langsung menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf ifadah. Sejak sore hingga malam hari, kawasan mataf atau pelataran Ka'bah dipadati jutaan jemaah dari berbagai negara yang datang untuk mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran.