Hadapi Ancaman Perubahan Iklim, Dedie Rachim Dorong Sinergi Pemerintah Daerah
- Dok : Diskominfo Kota Bogor
Bogor, VIVABOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan pentingnya integrasi kebijakan lintas wilayah untuk menghadapi ancaman perubahan iklim global. Menurutnya, upaya membangun ketahanan iklim perkotaan membutuhkan langkah konkret dan strategi yang diterapkan secara bertahap.
Hal tersebut disampaikan Dedie saat menjadi pembicara dalam Urban Climate Forum yang digelar United Cities and Local Governments Asia Pacific di Pullman Hotel Thamrin, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Dedie menyoroti pentingnya penerapan kebijakan mitigasi perubahan iklim yang dimulai dari tingkat lokal, tetapi tetap mampu memberikan dampak signifikan bagi lingkungan perkotaan.
"Kami berharap berbagai kebijakan pemerintah daerah ke depan dapat mengurangi dampak perubahan iklim secara drastis melalui kebijakan yang bersifat gradual," ujar Dedie Rachim.
Ia merinci, langkah strategis yang dapat dilakukan di antaranya mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil secara bertahap menuju era elektrifikasi transportasi.
Selain itu, Pemkot Bogor terus mendorong upaya menjaga keseimbangan lingkungan perkotaan melalui penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) dan pengembangan hutan kota.
Meski demikian, Dedie menegaskan bahwa mitigasi perubahan iklim tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan keselarasan kebijakan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota agar berbagai program yang dijalankan dapat saling mendukung.
"Yang paling penting adalah adanya integrasi antara kebijakan pusat, provinsi, daerah, serta kebijakan dari masing-masing wilayah yang saling berdampingan. Oleh karena itu, penyelesaian persoalan ini harus dilakukan melalui komunikasi dan koordinasi yang erat," pungkasnya