Kekeringan di Pamijahan, Warga Kampung Cikoneng Antre Air Bersih hingga Malam
- Dok: Fahri
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Kekeringan yang melanda Kampung Cikoneng, Desa Gunung Menyan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, membuat puluhan warga kesulitan mendapatkan air bersih.
Sekitar 30 kepala keluarga (KK) di RT 02 RW 03 terdampak dan terpaksa mengantre hingga malam hari untuk mendapatkan air bagi kebutuhan sehari-hari. Air yang berhasil diperoleh warga digunakan terutama untuk kebutuhan memasak dan minum.
Kondisi kekurangan air bersih tersebut telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir seiring musim kemarau dan minimnya hujan di wilayah tersebut.
Supandi, salah seorang warga yang akrab disapa Kang Kemed, mengatakan warga masih bisa mendapatkan air dari dua sumur gali yang tersisa. Kedua sumur tersebut digunakan bersama-sama oleh warga karena sumber air lainnya mulai mengalami kekeringan.
“Sudah cukup lama warga mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau. Beruntung ada dua sumur gali yang masih ada airnya dan digunakan warga bersama-sama,” ujar Supandi, Rabu, 2 September 2026.
Namun, keberadaan dua sumur tersebut belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan warga. Sumber air di kedua sumur itu disebut sudah berkurang sehingga warga harus mengambil air secara bergantian.
Kondisi itulah yang membuat antrean warga berlangsung cukup lama. Warga harus menunggu giliran agar setiap keluarga tetap mendapatkan air yang tersedia.
“Karena sumber air juga sudah berkurang atau sudah sedikit, makanya warga harus antre menunggu giliran, meskipun hingga malam hari pukul 21.00 WIB,” ungkapnya.
Pada malam hari, warga masih terlihat mengambil air dari dua sumur gali tersebut. Mereka membawa wadah untuk menampung air yang akan digunakan di rumah masing-masing.
Supandi mengatakan, meskipun jumlah air dari kedua sumur sangat terbatas, warga berupaya mengatur pengambilan air secara bergantian. Cara tersebut dilakukan agar sekitar 30 KK yang terdampak kekeringan tetap bisa memperoleh air bersih.
Kesulitan air juga dirasakan Minah, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kampung tersebut. Ia mengatakan kekeringan telah berlangsung selama beberapa pekan sehingga warga terpaksa mengandalkan air dari dua sumur yang masih tersedia.
Bagi warga, kebutuhan air untuk memasak dan minum menjadi prioritas di tengah keterbatasan sumber air.