Hendak Selamatkan Anak, Warga Rancabungur Tenggelam di Sungai Cisadane
- Dok: Sheila N.
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Niat Amirullah alias Arul (40), warga Kampung Satelit Kulon, Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, menyelamatkan anaknya di Sungai Cisadane berakhir tragis. Ia justru tenggelam dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Leuwi Siapat, Kampung Satelit Kulon, sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, Amirullah bersama keluarganya berada di sekitar Sungai Cisadane untuk mencuci pakaian dan mandi.
Situasi berubah ketika anak Amirullah mengalami kesulitan di tengah sungai dan meminta pertolongan. Amirullah kemudian berupaya menyelamatkan putranya.
Anak korban akhirnya berhasil diselamatkan oleh warga yang berada di sekitar lokasi. Namun, Amirullah justru tenggelam dan tidak kembali terlihat di permukaan air.
Berdasarkan keterangan kepolisian, Amirullah diduga tidak dapat berenang. Sementara itu, kondisi sungai di lokasi kejadian diketahui cukup dalam.
Kapolsek Rancabungur Ipda Yudhi Widhiana mengatakan, kedalaman Sungai Cisadane di sekitar lokasi diperkirakan mencapai lima meter. Kondisi permukaan sungai yang tampak tenang juga tidak serta-merta menunjukkan bahwa lokasi tersebut aman.
Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung melakukan pencarian. Petugas yang terlibat antara lain pemadam kebakaran, BPBD, kepolisian, serta masyarakat sekitar.
Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi korban terakhir terlihat. Setelah sekitar tiga jam pencarian, korban akhirnya ditemukan pada pukul 17.30 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Jenazah Amirullah kemudian dievakuasi dari lokasi untuk proses penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena Sungai Cisadane juga dimanfaatkan sebagian warga Kampung Satelit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut berkaitan dengan kesulitan memperoleh air yang dialami sejumlah warga di wilayah tersebut.
Kekeringan yang disebut telah berlangsung sejak Juli membuat sebagian warga memanfaatkan aliran sungai untuk berbagai kebutuhan, termasuk mandi dan mengambil air.
Di sisi lain, aktivitas di sungai tetap memiliki risiko, terutama karena kedalaman aliran tidak selalu terlihat dari permukaan. Titik sungai yang tampak tenang pun dapat memiliki kedalaman berbeda dan kondisi yang berpotensi membahayakan.
Kejadian yang menimpa Amirullah sekaligus menjadi pengingat bagi warga agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar sungai. Terlebih bagi masyarakat yang tidak memiliki kemampuan berenang, upaya pertolongan di dalam air dapat berisiko membahayakan diri sendiri apabila dilakukan tanpa kemampuan dan perlengkapan yang memadai.