Anggaran Irigasi Rp1,3 Miliar Dihapus, Warga 2 Desa di Caringin Kecewa

Warga dua desa di Caringin, Bogor, kecewa anggaran Irigasi Palayangan Rp1,3 miliar dihapus dari APBD 2026 di tengah kondisi kemarau dan kekeringan.
Sumber :
  • Dok: Rizal

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Warga Desa Ciherang Pondok dan Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, kecewa setelah mengetahui anggaran pembangunan Irigasi Palayangan senilai sekitar Rp1,3 miliar dihapus dari APBD Kabupaten Bogor 2026.

img_title Bantuan Keuangan Pemkab Bogor 2026 Mulai Direalisasikan, Desa Sirnasari Siapkan Peningkatan Infrastruktur

Penghapusan anggaran tersebut menjadi perhatian warga karena Irigasi Palayangan selama ini dinilai memiliki peran penting bagi kebutuhan pengairan masyarakat di dua desa tersebut.

Ketua RW 03 Desa Ciherang Pondok, Ujang Suganda, mengatakan pembangunan irigasi sebelumnya telah masuk dalam perencanaan APBD. Namun, warga kemudian mengetahui anggaran tersebut tidak lagi tersedia dalam APBD Kabupaten Bogor 2026.

img_title Dampak Abu Vulkanik, Kapolsek Caringin Gercep Bagikan Masker kepada Warga

Menurut Ujang, kondisi tersebut cukup mengecewakan karena kebutuhan terhadap Irigasi Palayangan semakin dirasakan masyarakat, terutama ketika wilayah tersebut menghadapi musim kemarau.

"Penghapusan anggaran tersebut mengecewakan karena pembangunan irigasi sebelumnya telah masuk dalam perencanaan APBD dan sangat dibutuhkan masyarakat, terutama menghadapi musim kemarau," ujar Ujang, Rabu, 2 September 2026.

img_title Bankeu Pemkab Bogor Buka Akses Ekonomi Baru di Desa Purwasari, Pertanian hingga Perikanan Bergeliat

Ia menjelaskan, Irigasi Palayangan menjadi salah satu sumber pengairan yang dibutuhkan warga Desa Ciherang Pondok dan Desa Ciderum. Terlebih, kemarau panjang telah membuat sejumlah sumur warga mengering.

Kondisi tersebut juga berdampak terhadap sektor pertanian. Puluhan hektare lahan pertanian di wilayah tersebut mengalami kekeringan sehingga kebutuhan terhadap sistem pengairan menjadi semakin mendesak.

"Selama ini irigasi tersebut sangat dibutuhkan warga dua desa, terlebih di musim kemarau. Selain untuk kebutuhan warga karena sumur banyak yang kering, puluhan hektare lahan juga mengalami kekeringan," ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, warga berencana mendatangi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bogor. Mereka ingin mendapatkan penjelasan mengenai alasan anggaran pembangunan Irigasi Palayangan yang sebelumnya masuk dalam perencanaan justru dihapus.

"Atas desakan warga, kami bersama masyarakat dari dua desa akan mendatangi Dinas PU untuk mempertanyakan penghapusan anggaran irigasi tersebut," tegas Ujang.

Ujang memastikan penyampaian aspirasi warga akan dilakukan secara damai. Masyarakat juga akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar kegiatan tersebut berlangsung tertib.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penghapusan anggaran tersebut. Mereka juga meminta pemerintah mempertimbangkan kembali pembangunan Irigasi Palayangan.

Halaman Selanjutnya
img_title