Kemarau Panjang, Debit Sungai Cimegamendung di Puncak Turun hingga 80 Persen
- Dok: Rizal / VIVA Bogor
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Kemarau berkepanjangan mulai berdampak terhadap ketersediaan air di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Sejumlah aliran sungai di Desa Batulayang dilaporkan mengalami penurunan debit secara signifikan.
Salah satunya Sungai Cimegamendung yang debit airnya kini menyusut hingga sekitar 80 persen dibandingkan kondisi normal. Kondisi tersebut telah berlangsung hampir dua bulan dan mulai dirasakan masyarakat yang masih mengandalkan aliran sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Desa Batulayang, Iwan Setiawan, mengatakan meski aliran Sungai Cimegamendung masih mencapai permukiman warga, volumenya semakin kecil. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mempertahankan sisa aliran air yang tersedia.
“Sejumlah sungai di wilayah mulai mengering, termasuk Sungai Cimegamendung yang debit airnya mengalami penurunan hingga sekitar 80 persen,” ujar Iwan, Rabu 2 September 2026.
Menurut Iwan, sedikitnya tiga RT masih mengandalkan aliran Sungai Cimegamendung untuk kebutuhan sehari-hari. Dua di antaranya berada di Kampung Batukasur.
Untuk menjaga agar sisa air tetap dapat dimanfaatkan, Pemerintah Desa Batulayang membangun bronjong di sekitar aliran sungai. Langkah tersebut dilakukan untuk menahan air yang masih tersedia sehingga tidak langsung mengalir dan dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama warga di wilayah hilir.
“Pembuatan bronjong ini untuk menahan air yang ada di Kali Cimegamendung supaya tetap bisa dimanfaatkan warga. Memang debitnya kecil, tetapi masih bisa digunakan masyarakat,” katanya.
Iwan juga menyoroti kondisi kawasan hulu Sungai Cimegamendung yang berada di Desa Tugu Utara. Ia menduga pengalihan aliran air untuk kebutuhan hotel, tempat wisata, dan vila turut memengaruhi debit sungai yang mengalir ke wilayah hilir.
Menurutnya, kondisi di hulu perlu menjadi perhatian karena saat musim kemarau panjang, berkurangnya debit air semakin terasa hingga ke permukiman masyarakat.
“Kalau melihat kondisi di hulu, ada banyak pengalihan air untuk hotel, tempat wisata, dan vila. Hal ini berdampak terhadap debit air yang mengalir ke hilir,” tandasnya.
Meski debit sungai mengalami penurunan cukup drastis dan sejumlah aliran mulai mengering, Iwan memastikan air Sungai Cimegamendung hingga kini masih mencapai permukiman warga.