PAMSIMAS Bantarkaret Berkembang Lima Kali Lipat, Dukungan Pemdes Dipertanyakan
- Istimewa
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor — Persoalan mengecilnya debit air PAMSIMAS di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, dinilai tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pengelola. Bertambahnya jumlah pengguna secara signifikan juga dinilai perlu diikuti dukungan infrastruktur dan perhatian Pemerintah Desa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat awal pembangunan PAMSIMAS, layanan air bersih tersebut diperuntukkan bagi sekitar 45 rumah. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, jumlah pengguna berkembang hingga sekitar 247 rumah atau lebih dari lima kali lipat.
Pertambahan pengguna tersebut disebut terjadi karena kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih semakin besar. Dalam proses pengembangan jaringan, pengelola bersama masyarakat bahkan melakukan upaya secara swadaya, termasuk penggalangan dana untuk perawatan dan perluasan jaringan.
Namun, peningkatan jumlah pengguna tidak serta-merta diikuti peningkatan kapasitas sistem. Kondisi tersebut kemudian menjadi persoalan ketika memasuki musim kemarau, saat debit air yang diterima sebagian masyarakat mengalami penurunan.
Pemuda Pemerhati Pelayanan Publik Desa Bantarkaret, Ibnu Kamil, mengatakan kondisi tersebut perlu dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya diarahkan kepada pengelola PAMSIMAS.
“Dari awalnya sekitar 45 pengguna, sekarang sudah berkembang menjadi sekitar 247 pengguna. Artinya, kebutuhan masyarakat meningkat sangat signifikan. Karena itu, peningkatan jumlah pengguna juga harus diikuti pengembangan jaringan, kapasitas penampungan dan sistem distribusi,” ujar Ibnu, Selasa, 18 Agustus 2026.
Menurutnya, pengelola PAMSIMAS tetap perlu dievaluasi apabila terdapat kekurangan dalam pelayanan. Namun, evaluasi juga harus mencakup kondisi jaringan, sumber air, kapasitas penampungan serta dukungan pemerintah desa.
“Jangan hanya bertanya kenapa debit air mengecil. Harus dilihat juga apakah pertumbuhan jumlah pengguna sudah diikuti dengan dukungan dan pengembangan sistem yang memadai,” katanya.
Ibnu menilai Pemerintah Desa Bantarkaret memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih. Terlebih, PAMSIMAS kini telah menjadi sumber air bagi ratusan rumah.
“Kalau masyarakat semakin banyak bergantung pada PAMSIMAS, tentu keberlanjutannya harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah desa jangan hanya hadir ketika masalah muncul, tetapi juga dalam perencanaan, pengembangan, pengawasan dan pencarian solusi,” tegasnya.
Sebelumnya, terdapat informasi bahwa sumber air dari kawasan Berantas dinilai masih mencukupi apabila penyalurannya difokuskan untuk masyarakat Desa Bantarkaret.