Kado HUT RI ke-81, Anak Elang Jawa Menetas di Taman Safari Indonesia Bogor

Anak Elang Jawa Menetas di Taman Safari Bogor, Diberi Nama Garuda
Sumber :
  • Rizal Satrianie

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor - Kado istimewa datang dari dunia konservasi bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Seekor anakan Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) berhasil menetas di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor dan diberi nama Garuda.

img_title 600 Warga Bogor Timur Meriahkan Lomba Rakyat HUT ke-81 RI

Nama tersebut diberikan sebagai simbol kedekatan Elang Jawa dengan lambang negara Indonesia. Salah satu ciri khas burung endemik Pulau Jawa itu adalah jambul yang dinilai memiliki kemiripan dengan representasi Garuda.

Founder Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang, mengatakan pemberian nama Garuda menjadi momentum untuk kembali mengingat keterkaitan Elang Jawa dengan simbol negara.

img_title Warga Cijujung Bogor Meriahkan Puncak HUT ke-81 RI dengan Pentas Seni dan Santunan Anak Yatim

"Bikin kita bangga. Jadi saya teringat karena waktu itu, beberapa tahun lalu, kami untuk membuktikan apa simbol kita, yaitu Elang Jawa. Karena kenapa? Ada jambulnya," ujar Jansen Sabtu, 15 Agustus 2026.

Garuda menetas pada 16 Juni 2026 dari pasangan induk Hanum dan Riska. Kelahiran ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya pasangan tersebut mampu mengasuh anaknya sepenuhnya secara alami tanpa bantuan perawatan langsung dari keeper.

img_title Lomba 17-an di Kebun Raya Bogor Meriahkan HUT RI ke-81

Jansen menyebut keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian reproduksi, tetapi bagian penting dari program konservasi Elang Jawa di TSI.

"Keberlanjutan ke depan untuk menjaga populasinya, kita harus memikirkan bagaimana elang ini dari kecil, dari awal sampai bisa dilepasliarkan. Kita rewild, kembali ke alam lagi," ungkapnya.

Sementara itu, Kurator Satwa Senior Taman Safari Indonesia-Bogor, Imam Purwadi membeberkan, Garuda merupakan anakan kesembilan yang dihasilkan pasangan Hanum dan Riska.

Sebelumnya, pasangan tersebut telah menghasilkan delapan anakan. Namun, dalam proses sebelumnya keeper masih harus memberikan bantuan perawatan melalui metode hand-raise karena induk belum sepenuhnya mampu merawat dan memberikan pakan secara mandiri.

"Keberhasilan reproduksi Elang Jawa yang kesembilan dari pasangan Hanum dan Riska menjadi sebuah pencapaian penting bagi program konservasi kami. Hal yang paling istimewa, kali ini anakan dapat dirawat secara penuh oleh induknya," jelasnya Imam. â– Menurut Imam, proses penetasan Elang Jawa membutuhkan waktu sekitar 49 hingga 51 hari. Selama masa inkubasi, telur dipantau setiap hari untuk memastikan perkembangannya.

Halaman Selanjutnya
img_title