Ribuan Warga Puncak Ramaikan Ketupat Fest 2026, Tradisi Rebo Wekasan Tetap Dijaga

Ribuan warga Puncak meriahkan Ketupat Fest 2026 di Tugu Selatan, Cisarua.
Sumber :
  • Dok: Rizal

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Ribuan warga kawasan Puncak memadati Lapangan Kampung Baru Karamat, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, untuk mengikuti Ketupat Fest 2026, Rabu, 12 Agustus 2026.

img_title 1.500 Warga Semarakkan Pawai Ta’aruf, MTQ Sukamakmur 2026 Diikuti 119 Peserta

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian tradisi tahunan Rebo Wekasan yang dikemas dengan berbagai aktivitas menarik. Mulai dari karnaval dongdang, pawai ketupat, berburu ikan, hingga sejumlah perlombaan tradisional turut memeriahkan kegiatan yang diikuti masyarakat.

Suasana lapangan tampak ramai ketika warga berdatangan untuk mengikuti maupun menyaksikan rangkaian kegiatan. Tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan mempererat hubungan antarwarga.

img_title Pengunjung Tangerang Kagum Udara Puncak Masih Segar, Ingatkan Bahaya Puntung Rokok

Kepala Desa Tugu Selatan, M. Eko Windiana, mengatakan Ketupat Fest 2026 menjadi salah satu momentum untuk menjaga tradisi sekaligus memperkuat silaturahmi masyarakat di kawasan Puncak.

Menurutnya, tradisi Rebo Wekasan memiliki makna tersendiri bagi masyarakat setempat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ungkapan rasa syukur warga atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT.

img_title Bantuan Keuangan Pemkab Bogor 2026 Mulai Direalisasikan, Desa Sirnasari Siapkan Peningkatan Infrastruktur

“Tradisi ini menjadi bagian dari amanat para alim ulama dan kasepuhan, sekaligus bagian dari kehidupan warga di kawasan Puncak,” ujar Eko.

Rangkaian kegiatan yang dikemas dalam Ketupat Fest membuat tradisi tersebut terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Karnaval dongdang dan pawai ketupat menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian warga, sementara kegiatan berburu ikan serta perlombaan tradisional menambah kemeriahan acara.

Bagi masyarakat, kegiatan seperti ini bukan sekadar agenda tahunan. Ada nilai kebersamaan yang terus dijaga melalui keterlibatan warga dalam berbagai rangkaian acara.

Eko menambahkan, pelaksanaan Ketupat Fest juga menjadi upaya mempertahankan budaya dan kearifan lokal masyarakat Puncak. Tradisi tersebut diharapkan tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya tanpa menghilangkan nilai kebersamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

“Pastinya ini bentuk syukur warga Puncak dengan melaksanakan ritual sedekah serta amanat dan perintah dari para alim ulama dan kasepuhan,” tandasnya.

Kehadiran ribuan warga sekaligus menunjukkan bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat di tengah masyarakat. Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur warga tersebut menjadi kesempatan untuk berkumpul, saling berinteraksi, sekaligus menjaga hubungan sosial di lingkungan sekitar.

Halaman Selanjutnya
img_title