Rakortek BNPB 2026 Dorong Penanggulangan Bencana Berbasis Kapasitas Daerah
- Dok : Diskominfo Kota Bogor
Bogor, VIVABOGOR — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam penanggulangan bencana melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Tahun 2026 di Kota Bogor.
Rakortek yang digelar di Aston Hotel and Resort, Kecamatan Bogor Selatan, dibuka Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Rustian, Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 10-13 Agustus 2026, tersebut diikuti 120 peserta dari 37 provinsi.
Peserta terdiri atas 41 perwakilan Bapperida provinsi, 32 BPBD provinsi, serta 37 komponen lainnya. Rakortek bertujuan memperkuat koordinasi, sinkronisasi, dan kolaborasi antara BNPB, BPBD, serta para pemangku kepentingan untuk meningkatkan indeks ketahanan bencana.
Upaya tersebut diharapkan berdampak pada penurunan risiko bencana sekaligus mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
“Rakortek ini menjadi forum yang sangat strategis untuk menyelaraskan semua kebijakan pusat dan daerah agar sejalan. Selain itu, menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, karena penanganan bencana memerlukan keterlibatan banyak faktor dan elemen agar dapat terintegrasi secara utuh dan selaras dengan arah pembangunan nasional,” kata Rustian.
Rustian menilai integrasi peta risiko bencana ke dalam kebijakan tata ruang dan pembangunan infrastruktur menjadi langkah penting untuk menciptakan bangsa Indonesia yang lebih tangguh.
Menurutnya, pembangunan berbasis ketangguhan membutuhkan kolaborasi multidisiplin yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, hingga media.
Sinergitas tersebut dinilai penting untuk menyatukan sumber daya, memperkuat literasi kesiapsiagaan, serta mempercepat respons dalam menghadapi bencana.
Dengan kerja sama yang terintegrasi, pengelolaan bencana diharapkan tidak lagi hanya berfokus pada penanganan krisis, tetapi bergeser menjadi budaya pengurangan risiko bencana yang melekat dalam kehidupan masyarakat.
Capaian Indeks Ketahanan Bencana (IKB) Kota Bogor yang berada di urutan ketiga se-Jawa Barat juga diharapkan dapat menginspirasi peserta Rakortek dalam memperkuat sinkronisasi kebijakan dan program penanggulangan bencana.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor, Eko Prabowo, yang hadir mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, menyampaikan bahwa dipilihnya Kota Bogor sebagai lokasi Rakortek merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan.
“Semua memahami bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saat bencana terjadi, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan perencanaan, penguatan kapasitas, koordinasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan,” kata Eko.