92 Warga Belajar PKBM Pratama Mandiri Lulus, Rayakan dengan Pentas Seni
- Dok: Rizal Satrianie
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Momen pembagian ijazah warga belajar PKBM Pratama Mandiri, Kabupaten Bogor, berlangsung berbeda. Sebanyak 192 warga belajar yang dinyatakan lulus tidak hanya menerima ijazah, tetapi juga merayakan kelulusan melalui pentas seni di Hotel Tridaya, Puncak, Cisarua, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Beragam pertunjukan ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari tari jaipong, paduan suara, hingga sejumlah penampilan seni lainnya. Menariknya, seluruh rangkaian acara merupakan hasil inisiatif para warga belajar.
Mulai dari pembentukan kepanitiaan, pemilihan tempat, hingga penyusunan rangkaian acara dilakukan secara mandiri oleh mereka. Bagi PKBM Pratama Mandiri, hal tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran di luar ruang kelas.
Kepala PKBM Pratama Mandiri, Dede Suryana, mengatakan pentas seni menjadi ruang bagi warga belajar untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menunjukkan hasil pembelajaran seni dan budaya.
"Tentunya pentas seni dan pembagian ijazah. Kegiatan ini sebenarnya merupakan ide dari mereka. Mereka yang menyusun panitia, memilih tempat, sampai rundown acaranya," ujar Dede.
Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kurikulum PKBM Pratama Mandiri, Sapta Aji, menjelaskan bahwa 192 warga belajar yang lulus tahun ini terdiri atas 17 lulusan Paket A, 85 lulusan Paket B, dan 90 lulusan Paket C.
Para lulusan tersebut memiliki latar belakang usia dan profesi yang beragam. Sebagian di antaranya bahkan telah bekerja sebagai tenaga pengajar di PAUD dan SD. Ada pula warga belajar yang memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah menyelesaikan pendidikan kesetaraan.
Semangat menuntut ilmu juga tidak mengenal usia. Salah seorang warga belajar bahkan mengikuti pendidikan hingga berusia 56 tahun. Keputusan tersebut didorong keinginan untuk terus menambah pengetahuan dan tidak merasa malu ketika mendapatkan pertanyaan dari cucunya.
Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa kesempatan memperoleh pendidikan tidak mengenal batas usia. Pendidikan kesetaraan memberikan ruang bagi masyarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan untuk kembali belajar dan memperoleh ijazah.
Namun, di balik semangat para warga belajar, PKBM Pratama Mandiri masih menghadapi persoalan sarana dan prasarana. Bangunan yang digunakan saat ini dinilai belum cukup representatif untuk menampung seluruh warga belajar.