Karang Taruna Kabupaten Bogor Siapkan “Sekolah Advokasi”, Pemuda Dilatih Jadi Problem Solver Persoalan Warga
- Istimewa
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Karang Taruna Kabupaten Bogor tak ingin hanya menjadi organisasi kepemudaan yang aktif dalam kegiatan sosial. Tahun 2026, organisasi tersebut mulai menyiapkan langkah baru dengan membekali para pengurusnya kemampuan advokasi agar dapat ikut membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Program tersebut dikemas melalui Sekolah Advokasi yang rencananya diikuti pengurus Karang Taruna dari 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor, Heri Gunawan, mengatakan Sekolah Advokasi menjadi salah satu program prioritas yang digelar pada 2026. Melalui program ini, pengurus Karang Taruna tidak hanya diberikan pemahaman mengenai persoalan sosial, tetapi juga dibekali kemampuan untuk melakukan pendampingan dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi warga.
“Nanti kita akan undang narasumber yang kompeten di bidangnya, sehingga setelah melaksanakan Sekolah Advokasi, seluruh peserta bisa langsung bekerja dan turun untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat,” ujar Heri.
Menurutnya, materi yang diberikan dalam Sekolah Advokasi akan difokuskan pada empat persoalan yang dinilai paling banyak bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Keempatnya yakni advokasi pendidikan, kesehatan, perempuan dan anak, serta advokasi hukum.
Heri menyebut, pemilihan empat bidang tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat yang selama ini kerap ditemukan di lapangan.
Mulai dari warga yang mengalami kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan, persoalan pendidikan, perlindungan terhadap perempuan dan anak, hingga masyarakat yang membutuhkan pendampingan dalam menghadapi persoalan hukum.
“Kita sudah kurasi keempat bidang advokasi ini. Kami menyadari empat bidang inilah yang sering terjadi di masyarakat, seperti kesulitan masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan, permasalahan pendidikan, hingga permasalahan hukum lainnya,” jelasnya.
Ia berharap, setelah mengikuti pelatihan, para pengurus Karang Taruna di tingkat kecamatan hingga desa tidak hanya menjadi pihak yang menerima laporan masyarakat.
Namun, mereka diharapkan mampu menjadi jembatan antara masyarakat dengan pihak-pihak terkait, sekaligus membantu mengurai persoalan dan mendorong penyelesaian masalah secara tepat.
Heri bahkan menilai Sekolah Advokasi dapat menjadi wajah baru gerakan kepemudaan di Kabupaten Bogor.
Menurutnya, Karang Taruna harus mampu mengambil peran lebih besar sebagai organisasi yang hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.