MTQ ke-49 Kecamatan Cisarua Resmi Digelar, Camat Targetkan Qori dan Hafiz Terbaik Melaju ke Tingkat Kabupaten
- Dok; Rizal
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-49 Tingkat Kecamatan Cisarua Tahun 2026 resmi digelar di kawasan Rest Area Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menjaring qori, qoriah, hafiz, dan hafizah terbaik yang akan mewakili Kecamatan Cisarua pada ajang MTQ tingkat Kabupaten Bogor.
Mengusung tema "Merangkai Ukhuwah, Menyatukan Desa dalam Cahaya Al-Qur'an", pelaksanaan MTQ tidak hanya berorientasi pada perlombaan membaca Al-Qur'an. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda agar semakin mencintai, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Camat Cisarua, Heri Risnandar, mengatakan sebanyak 78 peserta telah dinyatakan lolos verifikasi untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan. Para peserta merupakan hasil seleksi yang dilakukan dari sembilan desa dan satu kelurahan di wilayah Kecamatan Cisarua.
"Sebanyak 78 peserta merupakan hasil seleksi dari sembilan desa dan satu kelurahan yang telah lolos proses verifikasi," ujar Heri.
Menurutnya, seluruh peserta telah melalui tahapan seleksi sehingga mereka merupakan putra-putri terbaik yang akan berkompetisi secara sehat untuk memperebutkan kesempatan tampil di tingkat Kabupaten Bogor.
Agar proses perlombaan berlangsung adil dan profesional, seluruh penilaian dilakukan oleh dewan hakim yang berasal dari kalangan ulama dan memiliki kompetensi sesuai bidang yang diperlombakan.
"Perlombaan dinilai secara objektif oleh dewan hakim yang berasal dari kalangan ulama," jelasnya.
Heri berharap melalui MTQ ke-49 ini akan lahir qori, qoriah, hafiz, dan hafizah terbaik yang mampu membawa nama baik Kecamatan Cisarua di tingkat Kabupaten Bogor. Ia optimistis para peserta memiliki kemampuan yang mumpuni karena sebelumnya telah dibina di masing-masing desa dan kelurahan.
Selain menjadi ajang seleksi, penyelenggaraan MTQ juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung syiar Islam sekaligus membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia.
Menurut Heri, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an diharapkan tidak hanya dipahami saat perlombaan berlangsung, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu membentuk generasi yang religius, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.