Perumda Tirta Pakuan dan Kejari Bogor Perkuat Pencegahan Korupsi

Kampanye Anti Korupsi, Perumda Tirta Pakuan dan Kejaksaan
Sumber :
  • istimewa

Bogor, VIVABOGOR - Upaya pencegahan tindak pidana korupsi terus diperkuat. Salah satunya melalui kampanye antikorupsi dan penyuluhan hukum yang digelar di lingkungan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rabu (5/8/2026), di Kantor Perumda Tirta Pakuan, Sukasari. Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan.

img_title Tirta Pakuan Optimalkan Pasokan Air dengan Pengaktifan Pipa Baru

Agenda ini bertujuan menekan potensi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah sekaligus mengantisipasi berbagai hambatan dalam pelaksanaan program strategis. Kepala Sub Seksi I Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Bogor, M. Ahega Wikantra, menyampaikan bahwa kampanye antikorupsi merupakan bagian dari tugas dan kewenangan Kejaksaan.

Perumda Tirta Pakuan menjadi sasaran karena statusnya sebagai BUMD yang mengelola keuangan daerah, sehingga aspek pengawasan dan pencegahan dinilai krusial.

img_title Ground Breaking PSEL Kayumanis Ditargetkan November 2026, Bogor Percepat Akses Jalan dan Olah 1.000 Ton Sampah per Hari

"Kegiatan hari ini kami laksanakan dalam rangka kampanye antikorupsi, yang mana merupakan salah satu tugas serta kewenangan dari Kejaksaan, khususnya Kejaksaan Negeri Kota Bogor. Tujuannya adalah untuk menanggulangi atau mencegah terjadinya praktik-praktik korupsi," ujar Ahega.

Dalam pemaparannya, pihak Kejaksaan menguraikan berbagai potensi pelanggaran serta ketentuan dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi yang relevan dengan aktivitas operasional Perumda.

img_title Dugaan Korupsi Proyek RSUD Parung Disorot, Pegiat Antikorupsi Minta Penegakan Hukum Konsisten

Penekanan utama diberikan pada pentingnya penyusunan mitigasi risiko di setiap tahapan pekerjaan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan hingga pelaporan.

Ke depan, Kejari Kota Bogor juga akan memperkuat kerja sama dengan Perumda Tirta Pakuan melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara serta Bidang Intelijen.

Kolaborasi ini difokuskan pada pengawasan kegiatan beranggaran besar dan antisipasi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT).

Direktur Operasional Perumda Tirta Pakuan, Dani Rakhmawan, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai penyuluhan ini memberi pemahaman bagi jajaran manajerial untuk tetap fokus bekerja sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko di lapangan.

"Hal yang paling kami ingat adalah kita harus mampu menggali potensi AGHT. Dari potensi tersebut, kita menyusun matriks mitigasi risiko untuk memetakan potensi risiko apa saja yang mungkin terjadi beserta upaya penanganannya," tutur Dani.

Selanjutnya, Perumda Tirta Pakuan berencana berkonsultasi dengan Kejari Kota Bogor terkait berbagai rencana kerja, guna memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai prosedur, tepat sasaran, dan bebas dari praktik korupsi.