Jelang HUT ke-81 RI, Pedagang Bendera Merah Putih di Puncak Keluhkan Penjualan Sepi, Daya Beli Warga Menurun

Jelang HUT ke-81 RI, pedagang bendera Merah Putih di kawasan Puncak, Bogor, mengeluhkan penjualan yang masih sepi.
Sumber :
  • Dok: Rizal

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Memasuki awal Agustus, suasana menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mulai terasa di berbagai daerah. Di sepanjang Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, para pedagang musiman tampak berjejer menjajakan bendera Merah Putih dan beragam atribut kemerdekaan. Namun, semarak peringatan tahun ini belum sejalan dengan peningkatan penjualan.

img_title Drainase Jalur Puncak Rusak Belasan Tahun, Warga Khawatir Air Meluap ke Permukiman

Salah seorang pedagang, Asep Sutisna (56), mengaku penjualan bendera Merah Putih pada tahun ini jauh lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pria asal Kabupaten Garut itu sudah lebih dari dua dekade menggantungkan penghasilan tambahan dari berjualan bendera setiap menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Meski berasal dari Garut, Asep telah menetap di kawasan Cisarua dengan mengontrak rumah selama lebih dari 20 tahun. Baginya, setiap bulan Agustus selalu menjadi momen yang dinantikan untuk menambah pemasukan keluarga melalui usaha musiman tersebut.

img_title Ribuan Warga Puncak Ramaikan Ketupat Fest 2026, Tradisi Rebo Wekasan Tetap Dijaga

Namun, harapan memperoleh penjualan yang lebih baik belum terwujud pada tahun ini. Hingga memasuki awal Agustus, jumlah pembeli yang datang masih relatif sedikit.

"Sudah lebih dari 20 tahun saya berjualan bendera setiap bulan Agustus di kawasan Puncak. Biasanya baru awal Agustus saja sudah banyak pembeli, tetapi tahun ini terasa jauh lebih sepi," ujar Asep, Rabu, 5 Agustus 2026.

img_title Puncak Tetap Jadi Pilihan Liburan Saat Kemarau, Kebun Teh Gunung Mas Jadi Daya Tarik

Menurutnya, kondisi ekonomi yang masih dirasakan berat oleh sebagian masyarakat menjadi salah satu penyebab menurunnya daya beli. Banyak warga, kata Asep, memilih memprioritaskan kebutuhan pokok dibandingkan membeli atribut peringatan Hari Kemerdekaan.

"Mungkin karena ekonomi lagi sulit, jadi masyarakat lebih mengutamakan kebutuhan pokok. Pembeli bendera tahun ini berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Asep membuka lapaknya setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB di tepi Jalan Raya Puncak. Ia menawarkan berbagai ukuran bendera Merah Putih, mulai dari ukuran kecil seharga Rp5.000 hingga ukuran besar dengan harga Rp100.000.

Selain bendera berbagai ukuran, lapaknya menjadi salah satu pemandangan khas yang selalu hadir setiap memasuki bulan kemerdekaan di kawasan wisata Puncak. Kehadiran para pedagang musiman ini menjadi bagian dari tradisi tahunan yang mewarnai suasana menjelang perayaan HUT Republik Indonesia.

Halaman Selanjutnya
img_title