Pemilihan Ketua RT di Majelis Taklim, Warga Kampung Leuwiranji Tunjukkan Demokrasi Damai dan Penuh Kekeluargaan
- Dok: Fahri
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Demokrasi tidak selalu identik dengan persaingan yang panas. Hal itu tercermin dalam pemilihan Ketua RT 06 RW 02 Kampung Leuwiranji, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, yang berlangsung damai, tertib, dan penuh semangat kebersamaan di Majelis Taklim Darul Muta'alimin, Rabu, 5 Agustus 2026.
Suasana kekeluargaan begitu terasa sejak awal kegiatan. Warga datang dengan tertib untuk menggunakan hak pilihnya, sementara panitia memastikan seluruh proses berlangsung secara terbuka dan transparan. Pemilihan ini menjadi contoh bahwa demokrasi di tingkat lingkungan dapat berjalan dengan santun tanpa diwarnai konflik maupun perpecahan.
Ketua Panitia Pemilihan, Andi Marwan, mengatakan seluruh tahapan pemilihan berjalan lancar dengan dukungan masyarakat. Panitia terdiri atas dirinya sebagai ketua, Budiman sebagai sekretaris, dan Adriansyah sebagai bendahara.
Sebanyak 55 warga yang memiliki hak suara hadir dan memberikan pilihannya secara langsung.
"Jumlah hak suara melibatkan bapak-bapak dengan jumlah 55 orang," ujar Andi Marwan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Karang Taruna Desa Sukamulya, Endang Komara, yang mewakili Pemerintah Desa Sukamulya. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan demokrasi di tingkat masyarakat sekaligus memastikan proses pemilihan berjalan kondusif.
Dalam pemungutan suara tersebut, Muhamad Nasir Arbain memperoleh suara terbanyak dan terpilih sebagai Ketua RT 06. Sementara itu, calon petahana, Supriatin, menempati posisi kedua.
Usai dinyatakan terpilih, Muhamad Nasir Arbain menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk kembali memimpin lingkungan.
"Terima kasih atas kepercayaan warga. Insyaallah kita tetap bersama-sama membangun wilayah kampung menjadi lebih baik lagi," ujarnya dalam sambutan.
Sebelumnya, Supriatin telah mengemban amanah sebagai Ketua RT selama dua tahun sejak 1 Agustus 2024. Saat itu, ia melanjutkan kepemimpinan Muhamad Nasir Arbain yang mengundurkan diri karena kesibukan pekerjaan sebagai jurnalis media lokal.
Meski berlangsung dalam suasana kompetisi, pemilihan tetap berjalan penuh rasa saling menghormati. Tidak ada kampanye hitam maupun gesekan antarpendukung. Warga memilih berdasarkan musyawarah dan hati nurani, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan kondusif.
Menurut Endang Komara, pelaksanaan pemilihan di lingkungan majelis taklim memberikan pesan bahwa demokrasi dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, dan saling menghargai.