Beton Pembatas Simpang Ciawi Dikeluhkan Pengendara, Rawan Ditabrak hingga Sebabkan Penyempitan Jalan

Beton pembatas di Simpang Ciawi dikeluhkan pengendara karena rawan ditabrak dan menyebabkan penyempitan jalan.
Sumber :
  • Dok: Rizal

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Keberadaan beton pembatas jalan di kawasan Simpang Ciawi, Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan para pengguna jalan. Selain dinilai rawan ditabrak, terutama saat malam hari, posisi beton pembatas tersebut juga disebut menyebabkan penyempitan badan jalan yang berdampak pada kemacetan, khususnya menuju Jalur Puncak.

img_title Drainase Jalur Puncak Rusak Belasan Tahun, Warga Khawatir Air Meluap ke Permukiman

Simpang Ciawi merupakan salah satu titik lalu lintas tersibuk di Kabupaten Bogor. Setiap hari, ribuan kendaraan dari arah Kota Bogor, Sukabumi, dan Puncak melintasi kawasan ini. Kondisi lalu lintas yang padat membuat keberadaan fasilitas jalan harus benar-benar memperhatikan aspek keselamatan sekaligus kelancaran arus kendaraan.

Salah seorang pengendara angkutan umum jurusan Ciawi–Sukabumi, Didi Suhaedi, mengaku cukup sering melihat kendaraan nyaris menabrak beton pembatas yang berada di kawasan perempatan Ciawi. Menurutnya, kondisi tersebut lebih berisiko terjadi pada malam hari ketika pencahayaan di sekitar lokasi kurang memadai.

img_title Ribuan Warga Puncak Ramaikan Ketupat Fest 2026, Tradisi Rebo Wekasan Tetap Dijaga

"Selain rawan ditabrak, beton pembatas itu juga menyebabkan penyempitan jalan sehingga kendaraan yang melintas, khususnya menuju Jalur Puncak, sering mengalami antrean dan kemacetan," ujar Didi, Selasa, 4 Agustus 2026.

Ia menilai, posisi beton pembatas membuat ruang gerak kendaraan menjadi lebih terbatas. Saat volume kendaraan meningkat, terutama pada jam sibuk atau akhir pekan, kondisi tersebut dinilai memperlambat laju kendaraan yang hendak melintas.

img_title Kemarau Panjang, Bendungan Ciawi Salurkan Air Bersih ke 3 Kecamatan Bogor

Didi juga mengungkapkan bahwa beberapa beton pembatas terlihat telah bergeser dari posisi semula. Menurutnya, kondisi itu diduga akibat sering tersenggol kendaraan yang melintas.

Akibatnya, susunan beton pembatas menjadi tidak lagi rapi dan semakin mempersempit badan jalan. Hal tersebut dinilai dapat meningkatkan potensi gangguan lalu lintas apabila tidak segera ditata kembali.

Ia berharap instansi terkait melakukan evaluasi terhadap penempatan beton pembatas agar fungsi pengamanan jalan tetap berjalan tanpa mengurangi kenyamanan maupun keselamatan pengguna jalan.

"Harapannya tentu ada evaluasi sehingga tetap aman, tetapi tidak membuat jalan menjadi semakin sempit," katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, petugas PT Jasa Marga, Ngadenan, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penataan terhadap beton pembatas di lokasi Simpang Ciawi.

Langkah yang dilakukan tidak hanya merapikan posisi beton pembatas yang bergeser, tetapi juga melakukan pengecatan ulang agar lebih mudah terlihat oleh para pengendara, terutama saat malam hari.

Halaman Selanjutnya
img_title