Hujan Guyur Bogor, Debit Bendung Katulampa Kembali 0 Sentimeter, Krisis Air Masih Mengintai
- Dok: Hayisra
Kota Bogor, VIVA Bogor – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Kota Bogor pada Senin (3/8/2026) malam sempat memunculkan harapan akan pulihnya debit air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa. Namun, kondisi tersebut ternyata hanya berlangsung sesaat. Memasuki Selasa, 4 Agustus 2026, tinggi muka air (TMA) Bendung Katulampa kembali menyentuh angka 0 sentimeter, menandakan dampak musim kemarau masih sangat terasa.
Guyuran hujan dengan intensitas tinggi pada Senin malam menyebabkan genangan hingga banjir di beberapa titik. Salah satu wilayah yang terdampak cukup signifikan berada di Gang Kosasih, RT 01/RW 07, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan.
Di kawasan tersebut, sistem drainase tidak mampu menampung derasnya aliran air hujan sehingga meluap ke permukiman warga. Meski demikian, hujan yang turun belum mampu mengembalikan kondisi debit Sungai Ciliwung secara signifikan.
Pengawas Bendung Katulampa, Muhammad Alwan, menjelaskan bahwa hujan memang sempat meningkatkan tinggi muka air di Bendung Katulampa. Namun, kenaikan tersebut hanya bersifat sementara.
"Ada peningkatan muka air sebesar 10 sentimeter yang terpantau mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB dini hari," ujar Alwan saat dikonfirmasi, Selasa, 4 Agustus 2026.
Setelah hujan berhenti, debit air kembali mengalami penurunan secara cepat. Hingga Selasa siang, kondisi Bendung Katulampa kembali berada pada titik terendah.
"Untuk saat ini, TMA kembali ke titik 0 sentimeter," jelasnya.
Menurut Alwan, kondisi debit air yang sangat rendah bukanlah kejadian baru. Tinggi muka air Bendung Katulampa telah beberapa kali mencapai angka 0 sentimeter sejak pertengahan Juli 2026 akibat musim kemarau yang masih berlangsung di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa hujan lokal yang terjadi belum cukup untuk meningkatkan pasokan air secara menyeluruh di daerah hulu Sungai Ciliwung. Karena itu, kondisi kekeringan masih menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Meski debit air sungai berada di level minimum, Alwan memastikan pasokan air untuk kebutuhan irigasi pertanian hingga saat ini masih dalam kondisi aman.
"Alhamdulillah, untuk aliran irigasi sejauh ini masih aman," katanya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, hujan kembali mengguyur sejumlah wilayah Kota Bogor pada Selasa sore. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan lanjutan mengenai banjir maupun genangan baru dari pihak terkait.