Jalan Raya Cilebut Rawan Kecelakaan, Tak Ada Guardrail dan Masih Dihantui Longsor, Siapa Bertanggung Jawab?
- Dok: Hayisra
Kota Bogor, VIVA Bogor – Kondisi Jalan Raya Cilebut yang menghubungkan wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan. Selain menjadi jalur utama dengan lalu lintas yang padat setiap hari, ruas jalan tersebut kini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan akibat tidak adanya pagar pembatas (guardrail) di sejumlah titik rawan, terutama di lokasi bekas longsor yang berada di tepi tebing.
Jalan Raya Cilebut dinilai rawan kecelakaan karena belum memiliki guardrail dan masih dihantui longsor.
- Dok: Hayisra
Kondisi tersebut dikeluhkan banyak pengguna jalan karena berpotensi memicu kecelakaan. Pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas harus ekstra hati-hati, terutama saat malam hari atau ketika arus kendaraan sedang padat.
Tidak adanya pembatas jalan membuat kendaraan berisiko terperosok ke sisi tebing apabila kehilangan kendali. Situasi itu diperparah oleh kondisi badan jalan yang sebelumnya mengalami longsor dan hingga kini belum mendapatkan penanganan permanen.
Selain minim fasilitas keselamatan, Jalan Raya Cilebut juga masih memiliki lebih dari dua titik longsor dengan kerusakan cukup parah. Beberapa titik lainnya bahkan masih berstatus rawan longsor susulan, terutama saat curah hujan kembali meningkat.
Kondisi tersebut bukan tanpa alasan. Sebelumnya, tebing di kawasan perbatasan Kota Bogor dan Kabupaten Bogor longsor pada Jumat, 1 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Longsor terjadi bahkan sebelum hujan turun di lokasi dan menyebabkan sebagian badan jalan ambles.
Akibatnya, arus lalu lintas sempat terganggu dan menimbulkan kemacetan panjang. Penyempitan badan jalan membuat kendaraan harus melintas secara bergantian sehingga meningkatkan risiko kecelakaan di salah satu jalur penghubung penting antara Kota dan Kabupaten Bogor tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin sore 3 Agustus 2026, kondisi bekas longsoran hingga kini masih belum diperbaiki secara permanen. Area yang ambles hanya diberi pembatas sementara menggunakan palang seadanya.
Bahkan, seorang warga setempat tampak secara sukarela berjaga di lokasi untuk membantu mengatur arus kendaraan yang melintas. Kehadiran warga tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan di tengah belum adanya penanganan permanen.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai pihak yang bertanggung jawab atas perbaikan infrastruktur di Jalan Raya Cilebut.