Musrenbangdes Antajaya Tetapkan Infrastruktur, SDM, dan Lingkungan Jadi Prioritas RKPDes 2027
- Dok: Dedi Ruswandi
Kanupaten Bogor, VIVA Bogor –Pemerintah Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, mulai menyusun arah pembangunan desa untuk tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Dalam forum yang berlangsung di Balai Desa Antajaya, Selasa, 4 Agusutus 2026, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pelestarian lingkungan menjadi tiga prioritas utama dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027.
Musrenbangdes dihadiri Kepala Desa Antajaya Andi Pamungkas, S.H., M.H., unsur Forkopimcam Kecamatan Tanjungsari, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, kepala sekolah, tokoh masyarakat, RT/RW, kader Posyandu, Karang Taruna, LPM, Gapoktan, pendamping sosial, hingga berbagai unsur kelembagaan desa lainnya.
Kepala Desa Antajaya, Andi Pamungkas, SH,MH
- Dok: Dedi Ruswandi
Kepala Desa Antajaya, Andi Pamungkas, menegaskan bahwa Musrenbangdes merupakan forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menentukan skala prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang.
Menurutnya, pembangunan desa harus dilakukan secara seimbang. Infrastruktur memang menjadi kebutuhan penting, namun pembangunan nonfisik seperti pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat juga memiliki peran besar dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
"Kita harus berlaku adil. Jangan hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan pembangunan noninfrastruktur seperti pelatihan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia," ujar Andi.
Dalam kesempatan tersebut, Andi juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan selama memimpin Desa Antajaya sejak 2020. Hingga tahun 2025, pemerintah desa telah membangun ribuan meter jalan desa dengan berbagai spesifikasi serta merealisasikan 132 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui program Pemerintah Kabupaten Bogor maupun Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan masyarakat. Salah satunya adalah keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat yang membuat pemerintah desa harus terus mencari alternatif pembiayaan melalui bantuan Pemerintah Kabupaten Bogor maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Desa Antajaya juga terus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah Program Satu Desa Empat Sarjana, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi sekitar 250 pekerja rentan, serta berbagai kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat.