Mahasiswa UNJ Digitalisasi Bank Sampah Pondok Bambu, Minyak Jelantah Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Mahasiswa UNJ Digitalisasi Bank Sampah Pondok Bambu
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA Bogor – Permasalahan sampah perkotaan yang terus meningkat membutuhkan solusi inovatif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menghadirkan program pendampingan di Bank Sampah Berkah Srikandi, RW 01 Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, dengan mengusung konsep digitalisasi pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah rumah tangga.

img_title Dari Keterbatasan Menjadi Peluang, Mahasiswa MPKMB 63 Diajak Berani Memulai Bisnis

Mahasiswa UNJ Digitalisasi Bank Sampah Pondok Bambu

Photo :
  • Istimewa

Program yang diketuai oleh Sukma Laksita Rahma, S.T., M.Ling. ini mengangkat tema "Pendampingan Pengelolaan Bank Sampah Berbasis Mahasiswa sebagai Upaya Penguatan Perilaku Lingkungan." Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga terlibat langsung dalam operasional harian bank sampah bersama para pengurus dan masyarakat.

img_title Adityawarman Adil Ingatkan Pentingnya Sensus Ekonomi 2026

Salah satu fokus utama program ini adalah mengubah sistem administrasi yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi sistem pencatatan digital. Mahasiswa membantu mendata seluruh nasabah bank sampah, baik yang berasal dari lingkungan RW 01 maupun luar wilayah, sekaligus mencatat berat sampah yang disetorkan secara digital agar proses pengelolaan menjadi lebih tertata, transparan, dan mudah dipantau.

Digitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas operasional Bank Sampah Berkah Srikandi yang selama ini masih menghadapi kendala dalam pengelolaan administrasi berbasis teknologi.

img_title BKSL Cetak Laba Melonjak 387 Persen di Semester I 2026, Sentul City Makin Dilirik sebagai Hunian Premium

Selain melakukan pembenahan administrasi, tim PkM UNJ juga mengembangkan platform e-commerce khusus untuk memasarkan berbagai produk hasil olahan bank sampah. Kehadiran platform tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran sehingga produk tidak hanya dipasarkan saat mengikuti pameran, tetapi juga dapat dijual kepada masyarakat secara lebih luas.

Program ini juga menghadirkan inovasi dalam pengelolaan limbah minyak jelantah. Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun 2025, Indonesia menghasilkan jutaan ton minyak jelantah setiap tahun. Namun, tingkat pengumpulan minyak jelantah dari rumah tangga masih tergolong rendah.

Di Bank Sampah Berkah Srikandi, tercatat sebanyak 90,64 kilogram minyak jelantah berhasil dikumpulkan dari 144 nasabah aktif selama periode Januari hingga Juni 2026. Limbah tersebut kemudian diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti lilin aromaterapi dan sabun cuci pakaian.

Halaman Selanjutnya
img_title