Kekeringan Kabupaten Bogor Kian Parah, Sungai Ciliwung Surut, BPBD Salurkan 1,2 Juta Liter Air Bersih

Debit Sungai Ciliwung terus menyusut
Sumber :
  • Dok: Rizal

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Bogor semakin menunjukkan dampak serius. Debit Sungai Ciliwung terus menyusut, sementara sawah dan lahan pertanian yang bergantung pada aliran sungai mulai mengering. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan ancaman gagal panen yang dapat memengaruhi ketahanan pangan di sejumlah wilayah.

img_title Kemarau Panjang, Bendungan Ciawi Salurkan Air Bersih ke 3 Kecamatan Bogor

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mempercepat penanganan dampak kekeringan dengan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh pasokan air.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, mengatakan pemerintah daerah saat ini masih berada dalam status tanggap darurat kekeringan. Fenomena musim kemarau yang diperparah kondisi El Nino telah menyebabkan ratusan desa mengalami krisis air bersih.

img_title Kronologi Terduga Pelaku Rudapaksa Anak di Rancabungur hingga Diamankan Polisi

"Saat ini Kabupaten Bogor masih dalam status tanggap darurat kekeringan. Fenomena El Nino yang bertepatan dengan musim kemarau menyebabkan kekeringan di 113 desa yang tersebar di 28 kecamatan dan seluruhnya sedang kami tangani," ujar Ade Hasrat, Selasa, 4 Agustus 2026.

Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) serta Perumda Air Minum Tirta Kahuripan terus mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.

img_title Kasus Rudapaksa Remaja di Rancabungur Bogor, Pemdes Cimulang Prioritaskan Perlindungan dan Pemulihan Korban

Hingga awal Agustus 2026, total air bersih yang telah disalurkan mencapai lebih dari 1,2 juta liter. Bantuan tersebut didistribusikan kepada masyarakat melalui tujuh titik pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah terdampak.

"BPBD bersama Damkar dan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan telah mendistribusikan lebih dari 1,2 juta liter air bersih. Penyaluran dilakukan melalui tujuh titik distribusi sebagai upaya membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air akibat kekeringan," ungkapnya.

Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, pemerintah juga terus memantau kondisi sektor pertanian yang mulai terdampak akibat berkurangnya debit air di sejumlah sungai, termasuk Sungai Ciliwung yang menjadi sumber irigasi bagi lahan pertanian di beberapa wilayah Kabupaten Bogor.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena El Nino masih akan berlangsung hingga awal kuartal pertama tahun 2027. Kondisi tersebut membuat potensi kekeringan diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Citeko, Kecamatan Cisarua, Fathuri, menjelaskan bahwa BMKG terus melakukan langkah mitigasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) apabila kondisi atmosfer memungkinkan.

Halaman Selanjutnya
img_title