Kemarau 2026 di Puncak, Sumur Warga Mengering, Ratusan Jiwa di Desa Kopo Bergantung Bantuan Air Bersih
- Dok: Rizal
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Musim kemarau berkepanjangan yang melanda Kabupaten Bogor mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di kawasan Puncak. Sedikitnya satu RW di Kampung Cidokom, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, mengalami krisis air bersih setelah sumur-sumur milik warga mengering akibat minimnya curah hujan.
Kondisi tersebut membuat ratusan warga kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari. Tidak hanya untuk minum, air bersih juga sangat dibutuhkan untuk mandi, mencuci pakaian, memasak, hingga berbagai keperluan rumah tangga lainnya.
Kepala Desa Kopo, Wiwin Wildan, mengatakan musim kemarau tahun 2026 menyebabkan sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan warga. Dampaknya mulai dirasakan oleh masyarakat di Kampung Cidokom yang kini bergantung pada bantuan air bersih.
"Ada satu RW yang terdampak kekeringan. Ratusan warga kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga hari ini kami melakukan pendistribusian bantuan air kepada masyarakat," ujar Wiwin, Kamis 30 Juli 2026.
Menurutnya, distribusi bantuan air bersih merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten Bogor atas arahan Bupati Bogor. Penyaluran bantuan tersebut difasilitasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan di wilayah Puncak.
Wiwin menjelaskan, sejauh ini sebanyak 60 kepala keluarga atau sekitar 240 jiwa telah tercatat terdampak krisis air bersih. Namun, angka tersebut diperkirakan masih dapat bertambah karena sejumlah wilayah lain di Desa Kopo mulai mengalami kondisi serupa.
"Sebanyak 60 kepala keluarga atau sekitar 240 jiwa terdampak kekeringan. Namun, ini baru satu kampung yang terdampak. Masih ada wilayah lainnya yang juga mulai mengalami kesulitan air bersih," jelasnya.
Pemerintah desa terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sambil berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor agar bantuan air bersih dapat terus disalurkan selama musim kemarau masih berlangsung.
Menurut Wiwin, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat agar aktivitas sehari-hari tetap dapat berjalan meskipun pasokan air dari sumur warga terus berkurang.
"Pendistribusian air di musim kemarau ini merupakan langkah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," tandasnya.