Warga Taman Victoria Sentul City Puas dengan Pengelolaan SGC, Berharap Layanan Tetap Berlanjut
- Istimewa
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Meski pengelolaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Taman Victoria, Sentul City telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, sejumlah warga mengaku tetap puas dengan pelayanan pengelolaan kawasan yang selama ini dijalankan PT Sukaputra Graha Cemerlang (SGC) melalui sistem township management.
Salah seorang warga Kluster Victoria, Bram Arif, yang telah menetap sejak 2007, menilai kualitas lingkungan dan fasilitas umum di kawasan Sentul City masih terjaga dengan baik berkat pengelolaan yang profesional.
"Kalau menurut saya baik, bahkan dalam beberapa hal sangat baik. Saya punya pengalaman tinggal di tempat lain, jadi saya bisa membandingkan. Menurut saya, pengelolaan di sini sudah baik," ujar Bram, Selasa 21 Juli 2026.
Menurutnya, kepuasan warga tidak hanya terlihat dari kondisi lingkungan, tetapi juga dari pola komunikasi yang dibangun SGC dengan para penghuni. Ia mengatakan setiap keluhan warga dapat disampaikan melalui perwakilan pengelola yang selalu siap membantu.
"Saya puas karena komunikasinya berjalan. Kami sebagai pengguna jasa merasa didengar. Kalau ada persoalan, ada perwakilan SGC yang membantu mengurus sehingga warga mudah menyampaikan keluhan," katanya.
Bram menilai keberadaan pengelola profesional sangat penting mengingat karakteristik penghuni Sentul City yang beragam. Sebagian menetap setiap hari, sementara lainnya hanya datang pada waktu-waktu tertentu.
"Menurut saya, menggunakan pihak ketiga menjadi sebuah keharusan. Penduduk di sini beragam, ada yang tinggal setiap hari, ada yang hanya datang seminggu sekali, bahkan beberapa bulan sekali. Sulit jika semuanya dikelola sendiri oleh warga," ungkapnya.
Terkait penyerahan PSU kepada pemerintah daerah, Bram berharap pengelolaan operasional kawasan tetap melibatkan pihak yang memiliki pengalaman sehingga kualitas pelayanan tidak mengalami penurunan.
"Saya berharap nanti tetap ada pihak ketiga yang mengelola. Kendala pemerintah biasanya ada pada keterbatasan anggaran. Yang penting lingkungan tetap terawat dan pelayanannya berjalan seperti sekarang," ujarnya.
Ia juga menilai sistem pengelolaan oleh pihak ketiga memberikan kepastian dalam pelayanan karena didukung mekanisme pembayaran yang jelas.
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda jika seluruh pengelolaan diserahkan kepada warga secara mandiri.