Sentul City dan Warga Gotong Royong Bersihkan Sungai Citaringgul, Cegah Banjir Saat Musim Hujan

Sentul City bersama sekitar 50 warga bergotong royong membersihkan Sungai Citaringgul di Babakan Madang.
Sumber :
  • Istimewa

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Memanfaatkan debit air yang tengah surut pada musim kemarau, PT Sentul City Tbk bersama puluhan warga menggelar aksi gotong royong membersihkan aliran Sungai Citaringgul di wilayah Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi banjir saat musim hujan tiba.

img_title Sunday Wellness Carnival Sentul City, Dapat Sambutan Positif Warga

Sekitar 50 warga dari berbagai wilayah terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka bahu-membahu mengangkat tumpukan sampah yang memenuhi bantaran hingga dasar sungai. Sampah yang berhasil dikumpulkan didominasi limbah rumah tangga, seperti plastik, daun kering, sisa makanan, hingga popok sekali pakai yang selama ini menghambat aliran air.

Salah seorang warga, Ainun, mengatakan musim kemarau menjadi waktu yang tepat untuk melakukan pembersihan sungai karena permukaan air sedang surut. Kondisi tersebut memudahkan warga menjangkau sampah yang selama ini mengendap di dasar sungai.

"Supaya sungainya tidak mampet dan tidak banjir. Mumpung musim kemarau airnya kecil, jadi sampah bisa dibersihkan," ujarnya.

Menurut Ainun, kondisi Sungai Citaringgul kini mulai terlihat lebih bersih berkat kerja sama seluruh warga yang terlibat dalam aksi tersebut. Ia berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai.

Ia juga mengingatkan bahwa sampah plastik yang masih memiliki nilai ekonomi sebaiknya dipilah dan dikumpulkan agar dapat dimanfaatkan kembali, bukan dibuang ke aliran sungai.

"Jangan buang sampah sembarangan. Buanglah pada tempatnya. Sampah plastik yang masih bisa dimanfaatkan sebaiknya dikumpulkan dan dijual, jangan dibuang ke sungai," katanya.

Dalam kegiatan itu, lebih dari 20 ibu-ibu dari Desa Cicadas, Kecamatan Babakan Madang, turut turun langsung membersihkan bantaran sungai. Mereka berharap seluruh aliran Sungai Citaringgul hingga kawasan Lebak Pasar dapat terbebas dari sampah sehingga aliran air kembali lancar dan risiko banjir dapat diminimalkan.

Sementara itu, pengawas PT SGC Township Management Sentul City, Wawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menciptakan kawasan yang lebih nyaman bagi masyarakat sekitar.

"Ini wujud komitmen Sentul City untuk menjaga lingkungan sekitar, apalagi sampah tentunya bisa mengganggu kenyamanan warga," ungkapnya.

Menurut Wawan, kegiatan pembersihan melibatkan sekitar 50 warga yang berasal dari Kadu Mangu, Cicadas, Pasir Eurih, dan Leuwi Jambe. Lamanya proses pembersihan bergantung pada banyaknya sampah yang harus diangkat dari sungai.

"Sebanyak 50 orang terlibat. Kalau progresnya cepat mungkin bisa selesai dalam seminggu, tetapi kalau sampahnya masih banyak bisa sampai satu bulan," jelasnya.

Namun demikian, Wawan mengungkapkan tantangan terbesar bukan hanya membersihkan sungai, melainkan mengubah kebiasaan sebagian masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai, terutama dari atas jembatan. Ia menyebut tumpukan sampah bahkan kembali muncul hanya sehari setelah lokasi dibersihkan.

"Ini sudah keempat kalinya kami membersihkan di sini. Kemarin sudah bersih, paginya sampah sudah menumpuk lagi. Banyak yang membuang sampah dari atas jembatan, bahkan sejak dini hari," ungkapnya.

Karena itu, musim kemarau dimanfaatkan secara maksimal untuk mengangkat sampah yang mengendap di dasar sungai. Selain lebih mudah dijangkau, kondisi air yang surut membuat proses pembersihan berlangsung lebih efektif.

Melalui kegiatan gotong royong ini, Township Management Sentul City bersama masyarakat berharap kesadaran menjaga kebersihan lingkungan terus tumbuh. Dengan tidak lagi membuang sampah ke sungai, upaya pembersihan yang dilakukan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan membantu mengurangi risiko banjir di wilayah Babakan Madang.

 
 
 
Halaman Selanjutnya
img_title