Libur Sekolah 2026 Dongkrak Pajak Wisata Puncak hingga 40 Persen, Hotel dan Restoran Panen Pengunjung

Kantor UPT Pajak Kleas A Ciawi
Sumber :
  • Dok: Rizal

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Musim libur sekolah 2026 menjadi berkah bagi sektor pariwisata di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Lonjakan jumlah wisatawan yang datang selama masa liburan turut memberikan dampak positif terhadap penerimaan pajak daerah dari berbagai sektor usaha wisata.

img_title Setoran Pajak Parkir Motor Tak Sesuai Jumlah Kendaraan, Pemkot Bogor Bakal Pasang CCTV Berbasis AI

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pajak Daerah Kelas A Ciawi, Kamil Syamsudin, mengungkapkan bahwa realisasi penerimaan pajak selama periode libur sekolah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dibandingkan hari-hari biasa, penerimaan pajak tercatat naik rata-rata sekitar 40 persen.

"Selama libur sekolah tahun 2026 ini, penerimaan pajak mengalami kenaikan sekitar 40 persen," ujar Kamil, Senin, 20 Juli 2026.

img_title Nekat Beroperasi, Atribut dan Jok Angkot Uzur di Kota Bogor Bakal Dicopot

Menurut Kamil, peningkatan tersebut tidak lepas dari tingginya mobilitas wisatawan yang mengunjungi kawasan Puncak. Selama musim liburan, berbagai destinasi wisata dipadati pengunjung, sehingga berdampak langsung pada meningkatnya aktivitas ekonomi di sektor pariwisata.

Kenaikan jumlah wisatawan turut dirasakan oleh pelaku usaha perhotelan, pengelola vila, restoran, kafe, hingga tempat hiburan dan objek wisata. Tingginya tingkat hunian penginapan serta meningkatnya transaksi di sektor kuliner menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan penerimaan pajak daerah.

img_title Drainase Jalur Puncak Rusak Belasan Tahun, Warga Khawatir Air Meluap ke Permukiman

"Kenaikan transaksi di hotel, vila, dan restoran secara langsung berdampak terhadap meningkatnya setoran pajak daerah," jelasnya.

Tidak hanya sektor akomodasi dan kuliner, pajak dari sektor hiburan serta destinasi wisata juga mengalami peningkatan yang sejalan dengan melonjaknya jumlah pengunjung selama masa libur sekolah.

Kamil menyebut, tren positif tersebut menunjukkan bahwa kawasan Puncak masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat, khususnya warga Jabodetabek, ketika memasuki musim liburan.

Selain memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, tingginya kunjungan wisatawan juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian lokal. Aktivitas ekonomi yang meningkat berdampak pada bertambahnya perputaran uang di kawasan wisata, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak.

Menurutnya, sektor pariwisata masih menjadi salah satu penyumbang penting penerimaan daerah, sehingga keberlanjutan pertumbuhan sektor ini perlu terus didukung melalui peningkatan kualitas pelayanan dan pengembangan destinasi wisata.

Ia berharap tren positif selama libur sekolah dapat terus berlanjut pada musim liburan berikutnya. Upaya peningkatan fasilitas, pelayanan, serta kenyamanan wisatawan dinilai menjadi faktor penting agar daya tarik kawasan Puncak tetap terjaga.

Halaman Selanjutnya
img_title