Bendungan Ciawi Tetap Aman Saat Kemarau, Debit Sungai Menyusut dan Warga Diimbau Waspada
- Dok: RIzal
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Memasuki puncak musim kemarau, kondisi Bendungan Ciawi di Kabupaten Bogor dipastikan masih berada dalam kondisi aman dan beroperasi secara normal. Meski demikian, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, mulai dari potensi kebakaran lahan hingga menurunnya kualitas air sungai akibat debit yang terus menyusut.
Kepala Unit Pengelola Bendungan Ciawi, Bayu, mengatakan kondisi cuaca yang kering dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan aliran sungai mengalami penurunan cukup signifikan. Fenomena tersebut menjadi salah satu dampak yang lazim terjadi saat intensitas hujan menurun selama musim kemarau.
Menurutnya, berkurangnya volume air sungai tidak hanya memengaruhi ketersediaan air, tetapi juga dapat berdampak pada kualitas air. Ketika debit air menurun, konsentrasi polutan di dalam sungai cenderung meningkat sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila digunakan tanpa pengolahan yang memadai.
"Aliran air sungai sekarang ini sangat surut. Di musim kemarau seperti ini masyarakat juga harus berhati-hati terhadap potensi kebakaran. Air sungai yang debitnya menurun juga bisa menyebabkan rasa gatal karena konsentrasi polusinya tetap," ujar Bayu, Minggu, 20 Juli 2026.
Meski debit sungai mengalami penyusutan, kondisi Bendungan Ciawi hingga saat ini masih dinyatakan stabil. Berdasarkan pembaruan data operasional pada 20 Juli 2026 pukul 07.00 WIB, seluruh parameter utama masih berada dalam batas normal.
Data operasional menunjukkan elevasi inlet berada pada angka +505,72 dengan tinggi muka air (TMA) 1,52 meter. Sementara itu, elevasi outlet tercatat di +487,36 dengan tinggi muka air 0,44 meter.
Kondisi tersebut menunjukkan fungsi bendungan sebagai infrastruktur pengendali air masih berjalan dengan baik meski menghadapi penurunan debit sungai akibat musim kemarau.
Selain memastikan kondisi bendungan tetap aman, pihak pengelola juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan air selama musim kemarau. Penghematan penggunaan air dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air hingga musim hujan kembali tiba.
Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan lahan kering maupun di sekitar sempadan sungai. Cuaca panas disertai vegetasi yang mengering meningkatkan risiko terjadinya kebakaran apabila terdapat sumber api, sekecil apa pun.